Nabila adalah wanita yang cantik, putih, murah senyum, dan tutur katanya halus. Tapi kecantikannya ia tutupi dengan sangat rapi. Bahkan, di usia yang sangat belia itu, ia sudah menghafal Al-Qur’an...
Subhanallah...
Memasuki bulan kedelapan pernikahan, Nabila sering muntah dan pusing. Awalnya dikira morning sickness biasa karena sedang hamil muda. Tapi ternyata, itu adalah awal dari penyakit ginjal yang dideritanya.
Fadhil bercerita betapa kondisi istrinya kian kurus, berat badannya sampai menyusut tinggal 27 kg karena harus cuci darah dua hari sekali. Tapi bagi Fadhil, biaya jutaan rupiah tak jadi soal, yang penting belahan jiwanya sembuh.
“Bi, ada apa dengan pandangan ummi? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas,” tanya Nabila lirih.
“Kenapa mii...?!” Fadhil balik bertanya dengan nada panik. Mereka memang punya panggilan mesra: Abi dan Ummi.
“Entahlah... Semua terlihat kabur.”
Di tengah sakitnya, keinginan Nabila cuma satu: Ingin baca Al-Qur'an.
“Ummi takut hafalan ummi hilang bi... Orang sakit itu berat godaannya, syaitan akan berusaha biar kita melupakan Allah. Ummi ingin baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.”
Fadhil pun menginstal murottal di HP-nya. Ia terharu melihat istrinya mengulang hafalan sampai tertidur setiap hari.
“Bi, kalau ummi meninggal, apakah abi mau mendoakan ummi setiap hari?”
“Bii, jaga dan rawat anak kita yah dengan baik.”
Subhanallah...
Catatan Kecil dari Abi:
Kisah ini mengingatkan kita pada sebuah hadist:
(HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)
Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang kesabaran dan cinta karena Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar