BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #13 | Di Bawah Menara Nana: Ibrahim Menantang Tuhan-Tuhan Batu

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Jama'ah kesayangan Abi! Gimane kabarnye, Cing, Nyak, Babe? Masih pada semangat cari ilmu kan? Biar hari-hari makin berkah dan hati adem, mari kite lanjutin lagi perjalanan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim 'Alaihissalam yang makin seru dan penuh ibrah ini.

Setelah ngebahas pergulatan batin Ibrahim muda, sekarang kite masuk ke episode yang lebih menegangkan. Ibrahim melangkah berani ke jantung kota Babil, tepat di hadapan menara kuil yang megah dan penuh dupa, untuk membongkar kebohongan berhala dan menyeru manusia kepada Tuhan semesta alam. Inilah momen di mana logika iman beradu dengan kemusyrikan yang sudah mengakar. Simak terus, jalinan kisahnya bikin kite makin sadar betapa berat perjuangan sang Bapak Para Nabi.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Di Bawah Menara Nana:
Ibrahim Menantang Tuhan-Tuhan Batu

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Di Bawah Menara Nana: Ibrahim Menantang Tuhan-Tuhan Batu

Ibrahim melangkah berani ke jantung kota Babil, tepat di hadapan menara kuil yang megah dan penuh dupa, untuk membongkar kebohongan berhala dan menyeru manusia kepada Tuhan semesta alam.

تَزَوَّجَ نَاحُورُ مَلَكَةَ أُخْتَ سَارَةَ ، وَتَزَوَّجَ هَارَانُ وَوَلَدَ لَهُ ابْنُهُ لُوطٌ . وَلَمْ يَكْتَفِ نَاحُورُ بِزَوْجَتِهِ بَلْ رَأَتِ امْرَأَتُهُ أَنْ تُعْطِيَهُ جَارِيَتَهَا « رُومَا » لِتَكُونَ لَهُ أَمَةً ، فَالْقَانُونُ وَالتَّقَالِيدُ تُقَرُّ مَنْحَ الزَّوْجَةِ جَارِيَتَهَا لِزَوْجِهَا لِتَكُونَ لَهُ مَحْظِيَّةً ، وَقَدْ كُتِبَ نَاحُورُ فِي لَوْحِ الزَّوَاجِ أَنَّ رُومَا أَنْ تَغْسِلَ قَدَمَيْ زَوْجَتِهِ الْأُولَى ، وَأَنْ تَحْمِلَ لَهَا مَقْعَدَهَا إِلَى مَعْبَدِ الْإِلَهِ . وَكَانَ لِلزَّوْجَةِ الْأُولَى أَنْ تَرُدَّ الْجَارِيَةَ إِلَى مَرْتَبَةِ الْإِمَاءِ إِنْ حَاوَلَتْ مُنَافَسَتَهَا فِي حُبِّ زَوْجِهَا ، بَلْ كَانَ لَهَا حَقُّ بَيْعِهَا مَا لَمْ تُصْبِحْ أُمًّا ، أَمَّا إِذَا وَلَدَتْ طِفْلًا فَإِنَّهَا تَتَحَرَّرُ ، وَقَدْ أَنْجَبَتْ رُومَا ذُرِّيَّةً لِنَاحُورَ فَاسْتَحَالَ عَلَى مَلَكَةَ زَوْجَتِهِ الْأُولَى أَنْ تَرُدَّهَا إِلَى مَرْتَبَةِ الْإِمَاءِ أَوْ أَنْ تَبِيعَهَا فِي السُّوقِ بَيْعَ الرَّقِيقِ . وَبَقَى الشَّرْطُ الَّذِي نَصَّ عَلَيْهِ فِي عَقْدِ الزَّوَاجِ ، فَكَانَتْ رُومَا تَغْسِلُ لَهَا رِجْلَيْهَا وَتَحْمِلُ مَقْعَدَهَا إِلَى مَعْبَدِ الْإِلَهِ نَانَا . وَرُزِقَ نَاحُورُ وَلَدًا وَبَقَى إِبْرَاهِيمُ بِلَا عَقِبٍ ، فَإِنَّ سَارَةَ لَمْ تُنْجِبْ لَهُ وَلَمْ يَأْتِ الزَّوَاجُ بِثَمَرَتِهِ الطَّبِيعِيَّةِ . وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُطَلِّقَ سَارَةَ وَيَدْفَعَ نِصْفَ مِينَ مِنَ الْفِضَّةِ ، أَوْ يَتَّخِذَ زَوْجَةً مِنَ الْمَرْتَبَةِ الثَّانِيَةِ ، زَوْجَةً يَشْتَرِيهَا مِنَ السُّوقِ أَوْ جَارِيَةً مِنْ جَوَارِي سَارَةَ تَهَبُهَا لَهُ ، وَلَكِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَمْ يُفَكِّرْ لَا فِي الطَّلَاقِ وَلَا فِي اتِّخَاذِ مَحْظِيَّةٍ وَإِنْ كَانَ الْقَانُونُ يَمْنَحُهُ ذَلِكَ وَإِنْ كَانَتْ تَقَالِيدُ الْقَوْمِ تَقِرُّهُ وَتُبَارِكُهُ ، فَقَدْ كَانَ يُحِبُّ سَارَةَ حُبًّا جَمًّا وَمَا كَانَ يُقْدِمُ عَلَى شَيْءٍ يَخْدِشُ كِبْرِيَاءَهَا .
Nahur menikahi Milka, saudara perempuan Sarah, dan Haran menikah serta melahirkan baginya putranya, Luth. Dan Nahur tidak merasa cukup dengan istrinya, bahkan istrinya berpendapat untuk memberikan kepadanya budak perempuannya yang bernama "Roma" agar menjadi hamba sahaya baginya. Sebab hukum dan tradisi melegalkan pemberian budak perempuan oleh istri kepada suaminya untuk dijadikan gundik baginya. Dan telah tertulis bagi Nahur dalam lembar pernikahan bahwa Roma harus mencuci kedua kaki istri pertamanya, dan membawa tempat duduknya menuju kuil tuhan. Istri pertama berhak mengembalikan budak tersebut ke tingkat hamba sahaya jika ia mencoba menyainginya dalam mencintai suaminya, bahkan ia memiliki hak untuk menjualnya selama ia belum menjadi seorang ibu. Adapun jika ia melahirkan seorang anak, maka ia akan dibebaskan. Roma telah melahirkan keturunan bagi Nahur, sehingga mustahil bagi Milka, istri pertamanya, untuk mengembalikannya ke tingkat hamba sahaya atau menjualnya di pasar seperti penjualan budak. Namun syarat yang telah ditetapkan dalam akad pernikahan tetap berlaku, maka Roma tetap mencuci kedua kakinya dan membawa tempat duduknya ke kuil tuhan Nana. Nahur dikaruniai seorang anak laki-laki, sedangkan Ibrahim tetap tanpa keturunan, karena Sarah tidak melahirkan baginya dan pernikahan tersebut tidak membuahkan hasil alami. Ibrahim sebenarnya mampu menceraikan Sarah dan membayar setengah mina perak, atau mengambil istri dari tingkat kedua, seorang istri yang dibelinya dari pasar atau seorang budak dari budak-budak Sarah yang dihadiahkan untuknya. Namun, Ibrahim tidak berpikir untuk bercerai atau mengambil gundik, meskipun hukum mengizinkannya dan tradisi kaum melegalkan serta memberkatinya. Sebab ia mencintai Sarah dengan cinta yang sangat dalam, dan ia tidak akan melakukan sesuatu yang menciderai harga dirinya.
كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَحِنُّ إِلَى الْوَلَدِ ، وَكَانَ التَّبَنِّي شَائِعًا فِي بَابِلَ فَتَبَنَّى لُوطًا ابْنَ أَخِيهِ هَارَانَ وَاتَّخَذَهُ وَلَدًا ، وَرَاحَ يُلَقِّنُهُ مُنْذُ نُعُومَةِ أَظْفَارِهِ عَقِيدَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ، وَأَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . وَذَاتَ يَوْمٍ خَرَجَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى مَعْبَدِ نَانَا يَعِظُ النَّاسَ وَيَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ كَمَا اعْتَادَ أَنْ يَفْعَلَ مُنْذُ أُمِرَ أَنْ يُبَلِّغَ رِسَالَاتِ رَبِّهِ ، وَلَكِنَّهُمْ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَوَضَعُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَصَدُّوهُ عَنْ دَعْوَتِهِ مُسْتَهْزِئِينَ بِهِ وَبِإِلَهِهِ الَّذِي يَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ . فَتَرَكَهُمْ وَسَارَ فِي شَوَارِعِ أُورَ بَيْنَ مَنَازِلِ الْأَغْنِيَاءِ الَّتِي بُنِيَتْ مِنَ الْآجُرِّ وَدَكَاكِينِ الصَّيَاغِ الَّذِينَ حَذَقُوا صِنَاعَةَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، حَتَّى إِذَا اقْتَرَبَ مِنَ النَّهْرِ ، رَأَى التُّجَّارَ فِي غُدُوٍّ وَرَوَاحٍ وَقَدْ شَغَلُوا بِدُنْيَاهُمْ عَنْ آخِرَتِهِمْ ، فَالْسُّفُنُ تَرْسُو فِي الْمَرْفَأِ يُفْرِغُ مِنْهَا مَا وَرَدَ عَلَيْهَا مِنْ أَخْشَابِ لُبْنَانَ وَخَيْرَاتِ الْبِلَادِ الْأُخْرَى ، وَيُحْمَلُ إِلَيْهَا غَلَّاتُ الْعِرَاقِ مِنَ الْقَمْحِ وَالْبَلَحِ فَتَنْطَلِقُ بِهَا إِلَى بِلَادٍ بَعِيدَةٍ ، وَرَاءَ بَحْرِ الشَّمْسِ الْمُشْرِقَةِ الْعَظِيمِ . وَرَأَى إِبْرَاهِيمُ أَنْ يَذْهَبَ إِلَى هَؤُلَاءِ التُّجَّارِ وَأَنْ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ ، فَانْطَلَقَ حَتَّى جَاءَهُمْ وَقَالَ لَهُمْ :
Ibrahim merindukan anak, dan adopsi adalah hal lumrah di Babel, maka ia mengadopsi Luth, putra saudaranya Haran, dan menjadikannya anak. Ia mulai menanamkan sejak kecil akidah bahwasanya tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, dan bahwasanya Ibrahim adalah hamba dan utusan-Nya. Suatu hari Ibrahim keluar menuju kuil Nana untuk menasihati manusia dan mengajak mereka kepada Allah sebagaimana yang biasa ia lakukan sejak diperintahkan untuk menyampaikan risalah-risalah Tuhannya. Namun mereka berpaling darinya dan meletakkan jari-jari mereka di telinga mereka serta menghalanginya dari dakwahnya sambil mengejeknya dan Tuhannya yang ia serukan kepada mereka. Ia meninggalkan mereka dan berjalan di jalan-jalan Ur di antara rumah-rumah orang kaya yang dibangun dari bata dan toko-toko pandai emas yang mahir dalam industri emas dan perak. Hingga ketika ia mendekati sungai, ia melihat para pedagang pergi dan pulang, mereka sibuk dengan dunia mereka dan melupakan akhirat mereka. Kapal-kapal berlabuh di pelabuhan membongkar apa yang didatangkan kepadanya berupa kayu-kayu Lebanon dan kekayaan negeri-negeri lain, dan dimuat ke dalamnya hasil bumi Irak berupa gandum dan kurma, lalu ia berlayar dengannya ke negeri-negeri jauh di balik laut matahari terbit yang agung. Ibrahim melihat untuk mendatangi para pedagang itu dan mengajak mereka kepada Allah, maka ia berangkat hingga mendatangi mereka dan berkata kepada mereka:
— إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ .. إِنِّي أَدْعُوكُمْ إِلَى اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ، وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ، الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ، أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ .
— Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian.. Sesungguhnya aku mengajak kalian kepada Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan celakalah orang-orang kafir karena azab yang berat, orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat dan menghalangi dari jalan Allah serta menginginkannya menjadi bengkok, mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
— إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتَ بِهِ ، وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ . أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ؟ .. يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى . إِنْ أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُ أَنْ تَصُدَّنَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ، فَأْتِنَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ .
— Sesungguhnya kami ingkar terhadap apa yang engkau diutus dengannya, dan sesungguhnya kami berada dalam keraguan yang mendalam terhadap apa yang engkau serukan kepada kami. Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? .. Dia mengajak kalian untuk mengampuni sebagian dosa-dosa kalian dan menangguhkan kalian sampai waktu yang ditentukan. Engkau hanyalah manusia seperti kami yang ingin menghalangi kami dari apa yang disembah oleh bapak-bapak kami, maka datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.
— إِنْ أَنَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ، وَمَا كَانَ لِي أَنْ آتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ، وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ .
— Aku hanyalah manusia seperti kalian, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan tidaklah mungkin bagiku untuk mendatangkan bukti kepada kalian kecuali dengan izin Allah, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
— رَبِّ إِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ .
— Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَخَلْفَ النَّهْرِ وَرَاءَهُ وَسَارَ إِلَى مَعْبَدِ نَانَا وَبُرْجِهِ الشَّامِخِ. وَكَانَ مَعْبَدُ نَانَا وَمَعْبَدُ زَوْجَتِهِ تَنْكَالِ وَالْحَرَمُ الْمُقَدَّسُ تَبْدُو غَارِقَةً فِي الْبَخُورِ ، وَكَانَ رِجَالٌ مِنَ الْمَدِينَةِ وَالرِّيفِ فِي طَرِيقِهِمْ إِلَى الْمَعْبَدِ لِتَقْدِيمِ الْقَرَابِينِ وَالنُّذُورِ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ وَعُجُولٍ وَخِرَافٍ وَقَمْحٍ وَشَعِيرٍ .

وَسَارَ إِبْرَاهِيمُ فِي الطَّرِيقِ الْمُقَدَّسِ وَقَدْ جَلَسَتْ عَلَى جَانِبَيْهِ الْعَاهِرَاتُ الْمُقَدَّسَاتُ ، وَخَلْفَ وَرَاءَهُ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ الَّذِينَ وَفَدُوا عَلَى مَخَازِنِ الْمَعْبَدِ مِنَ الْمُدُنِ وَالرِّيفِ لِتَقْدِيمِ الْهَدَايَا وَالنُّذُورِ ، وَدَخَلَ إِلَى حَيْثُ تَقُومُ أَصْنَامُ الْآلِهَةِ وَتَمَاثِيلُ النَّمْرُوذِ بِنْ كُوشَ الْمَلِكِ الْإِلَهِ ، نَسْلِ الْآلِهَةِ الَّذِينَ هَبَطُوا مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ بَعْدَ الطُّوفَانِ لِيَمْرَضُوا عَلَى الْأَرْضِ حُكْمَ السَّمَاءِ . وَكَانَ فِي مِشْكَاةٍ تِمْثَالُ نَانَا وَفِي مِشْكَاةٍ أُخْرَى تِمْثَالُ مَرْدُوخَ ثُمَّ تَمَاثِيلُ أُخْرَى مَنْحُوتَةٌ مِنَ الْحَجَرِ ، وَكَانَ النَّاسُ يَرْكَعُونَ وَيَتْلُونَ الصَّلَوَاتِ وَيُقَدِّمُونَ الْقَرَابِينِ ، فَتَقَدَّمَ إِبْرَاهِيمُ ثَابِتَ الْخُطْوِ وَقَالَ :
Dan di balik sungai, di belakangnya, ia berjalan menuju kuil Nana dan menaranya yang menjulang tinggi. Kuil Nana, kuil istrinya Tenkal, dan tempat suci tampak tenggelam dalam wewangian dupa. Pria-pria dari kota dan pedesaan sedang dalam perjalanan menuju kuil untuk mempersembahkan kurban dan nazar berupa emas, perak, anak lembu, domba, gandum, dan jelai.

Ibrahim berjalan di jalan suci, di kedua sisinya duduk para pelacur suci. Di belakangnya, pria dan wanita yang datang ke gudang kuil dari kota dan desa untuk mempersembahkan hadiah dan nazar. Ia masuk ke tempat berdirinya berhala-berhala dan patung-patung Namrud bin Kush, sang Raja Tuhan, keturunan dewa-dewa yang turun dari langit ke bumi setelah banjir untuk menerapkan hukum langit di bumi. Di dalam ceruk terdapat patung Nana, di ceruk lain patung Mardukh, lalu patung-patung lain yang diukir dari batu. Orang-orang bersujud, membaca doa, dan mempersembahkan kurban. Maka Ibrahim melangkah dengan mantap dan berkata:
— مَاذَا تَعْبُدُونَ ؟ أَإِفْكًا دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ ؟ فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ؟
— Apa yang kalian sembah? Apakah kalian menghendaki kebohongan selain Allah? Lalu apa anggapan kalian terhadap Tuhan semesta alam?
— مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ ؟
— Patung-patung apakah ini yang kalian tekuni beribadah kepadanya?
وَصَوَّبَتْ إِلَيْهِ نَظَرَاتٍ يَتَطَايَرُ مِنْهَا الشَّرَرُ ، إِنَّهُ لَا يَكُفُّ عَنْ تَسْفِيهِ أَحْلَامِهِمْ وَعَيْبِ آلِهَتِهِمْ ، وَكَانَ أَكْثَرُ النَّاسِ غَضَبًا الْكَهَّانُ فَجَاءُوا إِلَيْهِ وَقَالُوا لَهُ :
Pandangan mata yang memercikkan api diarahkan kepadanya. Sesungguhnya ia tidak berhenti menghina impian mereka dan mencela tuhan-tuhan mereka. Dan orang yang paling marah adalah para pendeta, maka mereka mendatanginya dan berkata kepadanya:
— وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ .
— لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ .
— أَتَيْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ ؟
— بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ .
— Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.
— Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata.
— Apakah engkau datang membawa kebenaran atau engkau termasuk orang-orang yang bermain-main?
— Sebenarnya Tuhan kalian adalah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal itu.
وَرَمَاهُ الْكَهَّانُ بِنَظْرَةٍ مَغِيظَةٍ ، إِنَّهُ يَدَّعِي أَنَّ ثَمَّ إِلَهًا آخَرَ غَيْرَ مَرْدُوخَ خَالِقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ فَقَالُوا لَهُ :
Para pendeta melemparkan pandangan yang penuh amarah kepadanya. Ia mengklaim bahwa ada tuhan lain selain Mardukh, pencipta langit dan bumi, maka mereka berkata kepadanya:
— إِنَّ مَرْدُوخَ هُوَ رَبُّ الْأَرْبَابِ وَإِلَهُ الْآلِهَةِ وَفَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ . وَإِنَّ نَانَا وَشَمَّاشَ وَعَشْتَارَ وَالْآلِهَةَ الْأُخْرَى أَعْوَانُهُ وَمُمَثِّلُوهُ ، وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ إِذْ أَرَادُوا شَيْئًا أَبْرَمُوهُ فِي مَجْمَعِ الْآلِهَةِ .
— يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ . إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ .
— Sesungguhnya Mardukh adalah Tuhan segala tuhan dan tuhan bagi para dewa dan pencipta langit dan bumi. Dan sesungguhnya Nana, Shamash, Ashtart, dan dewa-dewa lain adalah pembantu dan wakilnya, dan urusan mereka adalah musyawarah di antara mereka jika mereka menginginkan sesuatu, mereka memutuskannya di majelis para dewa.
— Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada kebenaran dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
وَالْتَفَّ قَوْمُهُ يُحَاجُّونَهُ ، قَالُوا لَهُ :
Kaumnya berkerumun mendebatnya, mereka berkata kepadanya:
— أَتَكْفُرُ بِمَرْدُوخَ ؟! فِي السَّمَاءِ وَهُوَ أَمِيرُهَا الْأَوَّلُ ، وَفِي الْأَرْضِ هُوَ عَظِيمُهَا وَكَبِيرُهَا ، وَبَيْنَ الْآلِهَةِ هُوَ رَبُّهَا الْعَظِيمُ ، وَعِندَمَا يُقَدِّرُ الْمَصَائِرَ وَهُوَ فِي جَلَالِهِ وَرَهْبَتِهِ فَلَا يَجْرُؤُ إِلَهٌ عَلَى أَن يَنظُرَ إِلَيْهِ ، وَلَوْلَاهُ لَمَا بُنِيَتِ الْمُدُنُ وَلَا أُقِيمَتِ الْمَوَاطِنُ .
— Apakah engkau ingkar kepada Mardukh?! Di langit ia adalah pemimpin pertamanya, dan di bumi ia adalah yang terbesar dan termulia, dan di antara para dewa ia adalah tuhan mereka yang agung, dan ketika ia menetapkan takdir dalam keagungan dan wibawanya, maka tidak ada dewa yang berani memandangnya, dan jika bukan karenanya, niscaya kota-kota tidak akan dibangun dan pemukiman tidak akan didirikan.
```html
إِنَّهُ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْسِفَ الْأَرْضَ بِكَ أَوْ يَصُبَّ غَضَبَهُ مِنَ السَّمَاءِ عَلَيْكَ أَوْ يُلْقِيَ بِكَ إِلَى الْهَاوِيَةِ ، إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي لَا رَجْعَةَ مِنْهَا .
Sesungguhnya Dia mampu untuk menenggelamkan bumi bersamamu atau menimpakan murka-Nya dari langit kepadamu atau melemparkanmu ke jurang, ke bumi yang tidak ada jalan kembali darinya.
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ ثَابِتُ الْجَنَانِ :
Ibrahim berkata dengan keteguhan hati:
— أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ !
— Apakah kalian membantahku tentang Allah!
وَصَاحَ صَائِحٌ :
Dan seseorang berteriak:
— مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا ؛ فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ .
— Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika kamu termasuk orang-orang yang jujur.
وَارْتَفَعَتِ الْأَصْوَاتُ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ :
Dan suara-suara meninggi dari setiap sisi:
— نُرِيدُ آيَةً .. نُرِيدُ آيَةً .
— Kami ingin mukjizat.. kami ingin mukjizat.
— وَحَقِّ مَرْدُوخَ وَالْآلِهَةِ جَمِيعًا لَنْ جِئْتَنَا بِآيَةٍ لَنُؤْمِنَنَّ بِهَا .
— Demi kebenaran Marduk dan para dewa sekalian, jika kamu mendatangkan mukjizat kepada kami, niscaya kami akan beriman dengannya.
— لَنْ نُؤْمِنَ بِكَ قَبْلَ أَنْ يُكَلِّمَنَا اللَّهُ أَوْ يَأْتِيَنَا بِآيَةٍ .
— Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum Allah berbicara kepada kami atau mendatangkan mukjizat kepada kami.
— أَرِنَا رَبَّكَ يَا إِبْرَاهِيمُ . نُرِيدُ أَنْ نَرَى اللَّهَ .
— Perlihatkan kepada kami Tuhanmu wahai Ibrahim. Kami ingin melihat Allah.
— وَيْلٌ لَكَ يَا إِبْرَاهِيمُ مِنْ غَضَبِ الْآلِهَةِ .
— Celaka kamu wahai Ibrahim dari murka para dewa.
— وَيْلٌ لَكَ مِنْ مَرْدُوخَ فَلَنْ يُبَارِكَ لَكَ فِي حَيَاتِكَ .
— Celaka kamu dari Marduk, dia tidak akan memberkati hidupmu.
— وَلْيُذِيقَنَّكَ غُصَصَ الْمَوْتِ .
— Dan semoga dia membuatmu merasakan kepahitan kematian.
وَجَاءَ لُوطٌ يَسْعَى وَكَانَ فَتًى ذَكِيَّ الْفُؤَادِ ، فَرَأَى عَمَّهُ وَقَدِ الْتَفَتَ حَوْلَهُ قَوْمُهُ يُخَوِّفُونَهُ بِغَضَبِ آلِهَتِهِمْ فَعَفَّ إِلَيْهِ ، وَصَكَ سَمْعَهُ صَوْتُ عَمِّهِ يُهَدِّدُ عَمَّهُ :
Luth datang dengan tergesa-gesa, dia adalah pemuda yang cerdas hatinya, dia melihat pamannya dan kaumnya telah melingkarinya, menakutinya dengan murka dewa-dewa mereka, lalu dia segera menuju kepadanya, dan telinganya mendengar suara pamannya mengancam pamannya (paman Luth):
— لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ عَمَّا أَنْتَ فِيهِ فَإِنَّ لَكَ مَعِيشَةً ضَنْكًا ، سَيَكْتُبُ مَرْدُوخُ عَلَيْكَ الْخَرَابَ .
— Jika kamu tidak berhenti dari apa yang kamu lakukan, maka bagimu penghidupan yang sempit, Marduk akan menuliskan kehancuran atasmu.
وَثَارَتْ دِمَاءُ لُوطٍ فِي عُرُوقِهِ : إِنَّ عَمَّهُ الْحَبِيبَ بَلْ أَبَاهُ الَّذِي تَبَنَّاهُ وَغَذَّاهُ بِمَبَادِئِهِ يَتَلَقَّى مِنْ قَوْمِهِ التَّهْدِيدَ وَالسَّخْرِيَةَ وَالْوَعِيدَ . لَيْتَهُ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَفْعَلَ شَيْئًا لِيَشُدَّ أَزْرَهُ ، وَرَأَى عَمَّهُ بَدَأَ يَتَكَلَّمُ إِلَيْهِ فَالْقَى إِلَيْهِ سَمْعَهُ ، قَالَ إِبْرَاهِيمُ :
Darah Luth mendidih dalam urat nadinya: Pamannya yang tercinta, bahkan ayah yang mengadopsinya dan memberinya makan dengan prinsip-prinsipnya, menerima ancaman, ejekan, dan peringatan dari kaumnya. Sekiranya dia bisa melakukan sesuatu untuk menguatkannya, dan dia melihat pamannya mulai berbicara kepadanya, maka dia pun mendengarkannya, Ibrahim berkata:
— أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ؟ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ، وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ؛ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ؟ وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ، فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ؟ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ .
— Apakah kalian membantahku tentang Allah padahal Dia telah memberiku petunjuk? Dan aku tidak takut akan apa yang kalian persekutukan dengan-Nya, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kalian tidak mengambil pelajaran? Bagaimana aku takut kepada apa yang kalian persekutukan, padahal kalian tidak takut bahwa kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan kepada kalian? Maka manakah di antara kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (jika kalian mengetahui)? Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
يَا قَوْمِ .. اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ، إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ . وَإِنْ تُكَذِّبُوا فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ .
Wahai kaumku.. sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya, itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Kalian hanya menyembah berhala selain Allah dan membuat kebohongan. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian, maka carilah rezeki di sisi Allah, sembahlah Dia, dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kalian dikembalikan. Dan jika kalian mendustakan, maka umat-umat sebelum kalian telah mendustakan. Dan tidak ada kewajiban atas rasul kecuali menyampaikan dengan jelas.
أَوَ لَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ؟ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ . قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ . إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ . وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ .
Dan apakah mereka tidak melihat bagaimana Allah memulai penciptaan kemudian mengulanginya? Sesungguhnya hal itu bagi Allah sangat mudah. Katakanlah: "Berjalanlah di bumi, perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian Allah akan menciptakan kejadian yang terakhir." Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan. Dan kalian tidak dapat melepaskan diri dari azab Allah di bumi dan tidak pula di langit, dan tidak ada bagi kalian selain Allah seorang pelindung dan tidak pula penolong.
وَسَادَ الْقَوْمَ سُكُونٌ وَرَاحَ لُوطٌ يَتَفَرَّسُ فِي وُجُوهِ النَّاسِ وَهُوَ مَسْرُورٌ ، كَانَتْ حُجَّةُ عَمِّهِ قَوِيَّةً أَخْرَسَتْ أَلْسِنَتَهُمْ إِلَى حِينٍ ، بَيْدَ أَنَّ وَاحِدًا مِنْهُمْ قَالَ فِي عِنَادٍ :
Keheningan meliputi kaum tersebut, dan Luth memperhatikan wajah orang-orang sambil merasa senang. Argumen pamannya sangat kuat, membungkam lidah mereka untuk sementara, akan tetapi salah seorang dari mereka berkata dengan membangkang:
— مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا ، فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ .
— Apapun mukjizat yang kamu datangkan untuk menyihir kami dengannya, maka kami tidak akan beriman kepadamu.
وَعَادَتِ الْأَصْوَاتُ تَرْتَفِعُ مَرَّةً أُخْرَى قَالُوا :
Dan suara-suara kembali meninggi sekali lagi mereka berkata:
— سَاحِرٌ .
— Penyihir.
— مَجْنُونٌ .
— Orang gila.
— كَذَّابٌ .
— Pembohong.
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ فِي هُدُوءٍ :
Ibrahim berkata dengan tenang:
— لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ .
— Bagiku amalanku dan bagimu amalan kalian.
وَصَاحَ كَاهِنٌ يُحَرِّضُ الْقَوْمَ عَلَيْهِ :
Dan seorang pendeta berteriak memprovokasi kaumnya terhadapnya:
— يَا قَوْمِ انْصُرُوا آلِهَتَكُمْ وَلْيَكُنْ يَوْمًا عَلَيْهِ عَسِيرًا .
— Wahai kaumku, tolonglah tuhan-tuhan kalian, dan biarlah hari ini menjadi hari yang berat baginya.
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ :
Ibrahim berkata:
— يَا قَوْمِ أَتَتَّخِذُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ؟ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًا وَلَا نَفْعًا ، وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا ؟
— Wahai kaumku, apakah kalian mengambil tuhan-tuhan selain Allah, mereka tidak menciptakan sesuatu padahal mereka sendiri diciptakan? Mereka tidak memiliki kekuasaan atas diri mereka sendiri untuk mendatangkan mudarat dan tidak pula manfaat, dan mereka tidak memiliki kekuasaan atas kematian, kehidupan, dan kebangkitan?
وَعَادَ الْكَاهِنُ يَصِيحُ :
Dan pendeta kembali berteriak:
— مَجْنُونٌ . كَذَّابٌ . إِنْ هَذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ . انْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ .
— Orang gila. Pembohong. Ini tidak lain hanyalah kebohongan yang dia buat-buat. Tolonglah tuhan-tuhan kalian jika kalian benar-benar berbuat.
وَتَحَرَّكَ النَّاسُ لِيَفْتِكُوا بِإِبْرَاهِيمَ وَإِذَا بِرَجُلٍ يَقُولُ :
Dan orang-orang bergerak untuk menyakiti Ibrahim, tiba-tiba seorang pria berkata:
— كَفَى مَا نَالَهُ الْيَوْمَ مِنْ خِزْيٍ ، اتْرُكُوهُ .
— Sudah cukup kehinaan yang dia dapatkan hari ini, biarkan dia.
وَذَهَبَ الْكَاهِنُ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَدَفَعَهُ فِي صَدْرِهِ وَقَالَ :
Dan pendeta pergi menuju Ibrahim lalu mendorong dadanya dan berkata:
— كَذَّابٌ .. كَذَّابٌ يُرِيدُ أَنْ يَفْتِنَكُمْ ، أَنْ يُضِلَّكُمْ عَنْ سَبِيلِ آلِهَتِكُمْ .
— Pembohong.. pembohong, dia ingin memfitnah kalian, menyesatkan kalian dari jalan tuhan-tuhan kalian.
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ :
Ibrahim berkata:
— رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ .
— Tuhan kalian memiliki rahmat yang luas.
وَرَفَعَ عَيْنَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ وَقَالَ :
Dan dia mengangkat matanya ke langit dan berkata:
— رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ .
— Ya Tuhanku, ampunilah dan berilah rahmat, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
وَاغْرَوْرَقَتْ عَيْنَا لُوطٍ بِالدُّمُوعِ . إِنَّ إِبْرَاهِيمَ يَدْعُوهُمْ إِلَى الرَّشَادِ وَهُمْ يَسْتَهْزِئُونَ بِهِ ، يَدْعُوهُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَهُمْ يَسْخَرُونَ مِنْهُ ، يَدْعُوهُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ وَهُمْ يَدْعُونَهُ لِيَكْفُرَ بِاللَّهِ وَيُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لَهُ بِهِ عِلْمٌ ، يَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ لَهُ ؛ فَقَدْ كَبُرَ عَلَيْهِمْ مَا يَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ .
Dan kedua mata Luth berkaca-kaca dengan air mata. Sesungguhnya Ibrahim menyeru mereka kepada kebenaran sedang mereka mengejeknya, dia menyeru mereka kepada keselamatan sedang mereka menghinanya, dia menyeru mereka kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, sedang mereka menyerunya untuk kufur kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui ilmunya, dia menyeru mereka kepada petunjuk sedang mereka tidak mendengarkannya; sungguh terasa berat bagi mereka apa yang dia serukan kepada mereka.
وَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَكْتُمَ الْمَشَاعِرَ الَّتِي جَتْ فِي صَدْرِهِ فَقَالَ :
Dan dia tidak mampu menyembunyikan perasaan yang bergejolak di dadanya, lalu berkata:
— إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَمْ يَكْذِبْ ، إِنَّهُ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ ، بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يَكْذِبُونَ .
— Sesungguhnya Ibrahim tidak berbohong, sesungguhnya dia adalah penasihat yang terpercaya bagi kalian, justru orang-orang yang kafirlah yang berbohong.
فَاتَّجَهَتِ الْأَبْصَارُ إِلَى الْفَتَى تَنْطِقُ بِالْهَزْءِ وَالسَّخْرِيَةِ ، وَلَمْ يَخَفْ لُوطٌ بَلْ هَانَ الْقَوْمُ فِي عَيْنَيْهِ وَقَالَ :
Maka pandangan-pandangan tertuju kepada pemuda itu, menyuarakan ejekan dan hinaan, namun Luth tidak takut, bahkan kaum itu menjadi remeh di matanya, lalu dia berkata:
— وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ .. وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ .
— Dan mereka yang kalian seru selain Allah tidak mampu menolong kalian.. dan mereka yang kalian seru selain-Nya tidak memiliki (kekuasaan) walau setipis kulit ari.
فَقَالَ قَائِلٌ :
Maka seseorang berkata:
— كَذَّابٌ آخَر .. كَذَّابٌ صَغِيرٌ .
— Pembohong lainnya.. pembohong kecil.
فَعَادَ الْكَاهِنُ يَصِيحُ :
Dan pendeta kembali berteriak:
— نَصَحْتُكُمْ أَنْ تَنْصُرُوا آلِهَتَكُمْ مِنَ الْكَذَّابِ الْكَبِيرِ قَبْلَ أَنْ يَفْتِنَ النَّاسَ فَلَمْ تَسْتَمِعُوا إِلَى نُصْحِي . لَئِنْ سَحَرَ هَذَا الْفَتَى إِنَّهُ يَسْحَرُكُمْ جَمِيعًا .
— Aku telah menasihati kalian untuk menolong tuhan-tuhan kalian dari si pembohong besar sebelum dia memfitnah orang-orang, namun kalian tidak mendengarkan nasihatku. Jika pemuda ini menyihir, sesungguhnya dia menyihir kalian semua.
وَقَالَ لُوطٌ :
Dan Luth berkata:
— وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ ؟
— Dan mengapa kalian tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul menyeru kalian untuk beriman kepada Tuhan kalian?
فَسَأَلَهُ وَاحِدٌ مِنْهُمْ :
Maka salah seorang dari mereka bertanya kepadanya:
— آمَنْتَ بِمَا يَدْعُو إِلَيْهِ ؟
— Apakah kamu beriman kepada apa yang dia serukan?
فَقَالَ لُوطٌ :
Luth berkata:
— آمَنْتُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ .
— Aku beriman kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim.
وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ لِقَوْمِهِ :
Dan Ibrahim berkata kepada kaumnya:
— اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ، إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ .
— Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya, itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Kalian hanya menyembah berhala selain Allah dan membuat kebohongan. Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian, maka carilah rezeki di sisi Allah, sembahlah Dia, dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kalian dikembalikan.
وَأَخَذَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ فِي الْمَعْبَدِ إِلَّا إِبْرَاهِيمُ وَحْدَهُ ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُ إِلَّا ابْنُ أَخِيهِ الْفَتَى الَّذِي تَبَنَّاهُ وَأَحَبَّهُ مِنْ كُلِّ قَلْبِهِ ، فَقَدْ أَسْلَمَ وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قَلْبِهِ .
Dan orang-orang mulai beranjak pergi sampai tidak tersisa di kuil kecuali Ibrahim sendirian, dan tidak ada yang membenarkannya kecuali anak saudaranya, pemuda yang dia angkat dan dia cintai dari seluruh hatinya, dia telah berserah diri namun iman belum meresap ke dalam hatinya.
وَرَفَعَ إِبْرَاهِيمُ عَيْنَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ وَقَالَ :
Dan Ibrahim mengangkat matanya ke langit dan berkata:
— رَبِّ إِنَّهُمْ يَكْذِبُونَ .
— Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka berbohong.
وَإِذَا بِصَوْتٍ كَأَنَّمَا يُلْقَى إِلَى رُوحِهِ فَيَسْمَعُهُ بِوِجْدَانِهِ يَقُولُ :
Dan tiba-tiba dengan suara seolah-olah dilemparkan ke ruhnya, maka dia mendengarnya dengan nuraninya berkata:
— فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ .
— Maka jika mereka berpaling, Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas atas mereka, tidak ada kewajiban atasmu kecuali menyampaikan.
فَعَادَ إِلَى الدَّارِ وَمَعَهُ لُوطٌ ، وَقَدْ عَزَمَ عَلَى أَنْ يَسْتَمِرَّ فِي تَبْلِيغِ رِسَالَاتِ رَبِّهِ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا .
Maka dia kembali ke rumah bersama Luth, dan telah bertekad untuk terus menyampaikan risalah Tuhannya agar Allah melaksanakan urusan yang telah ditetapkan.

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Gimane kabarnye, Cing, Nyak, Babe? Masih idup kan? Eh maksud ane, masih sehat kan? Alhamdulillah! Hari ini Abi mau ngajak ente pade 'nyilem' ke zaman jebot, zaman di mane iman belon nongol, nyang ada cuman kegelapan. Kita bakal bahas naskah maestro Abdul Hamid Judah As-Sahhar soal Abul Anbiya, Nabi Ibrahim عليه السلام. Tapi kita mulain dari bapaknye dulu nih, si Azar. Nyablak bener nih ceritanye, dengerin baek-baek!"

[BAGIAN 1: SARAH CANTIK, TAPI IBRAHIM LAGI 'DIET' JIWA]

"Jama’ah! Pagi itu di rumah Ibrahim, suasana lagi adem bener. Ada Sarah nyang lagi sarapan, wajahnye bersinar kayak embun pagi. Ibrahim liatin Sarah, dalem hatinye bilang: 'Masya Allah, bini ane cakep bener!' Tapi, hati Ibrahim lagi laper, bukan laper nasi uduk, tapi laper pengen 'ketemu' nyang nyiptain keindahan ntu!"

"Betul, Bang! Sarah nanya: 'Bang, kok kagak makan? Nasi uduknye masih anget nih!' Ibrahim cuman senyum tipis. Die udeh tau, kalo perut kekenyangan, mata hati suka burem liat kebenaran. Ibrahim mutusin buat 'bersihin' diri, mandi gede, terus cuss ke gunung bawa kambing-kambingnye. Die mau 'kencan' ama Tuhan!"

⚠️ [BAGIAN 2: DEBAT MATAHARI DI PUNCAK MAGHIR]

"Pas lagi di gunung, Ibrahim liat matahari. 'Busyet, gede amat! Terangnye ampe bikin mata perih!' Ibrahim sempet mikir, 'Apa ini Tuhan ane? Kan die nyang bikin idup, die nyang bikin anget.' Tapi pas sore dateng, tuh matahari pelan-pelan pamit, 'ngumpet' di balik bumi!"

"Nah, di situ Ibrahim dapet Hidayah Logic, Cing! Die bilang: 'Ah, masa Tuhan bisa ilang? Masa Tuhan pamit tidur? Ane kagak demen ama nyang tenggelam-tenggelam!' Ibrahim sadar, matahari itu cuman 'karyawan', bukan 'Bos Gede'. Bos Gedenya mah Satu, kagak tidur, kagak ngantuk, dan kagak bakal 'log-out' dari alam semesta!"

[BAGIAN 3: WAHYU TURUN & JIBRIL NYANG 'RAKSASA']

"Malem makin gelap, sunyi bener kayak kuburan. Tiba-tiba... Wushhh! Angin sepoi-sepoi bawa rahmat. Dada Ibrahim rasanya kayak diplongin. Kedengeran suara nyang jelas bener: 'Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku...' Wahyu pertama turun, Bang! Ibrahim resmi jadi Nabi!"

"Tapi abis itu ada 'kejutan' nyang bikin jantung Ibrahim mau copot, Cing! Pas mau turun gunung, die liat ada 'makhluk' gede banget gantung di langit! Menutup ufuk! Ibrahim lari ke mana aje, tuh makhluk tetep ada di depannye. Ternyata itu Jibril عليه السلام! Jibril bilang: 'Ane Jibril, ente Ibrahim Khalilullah (Kekasih Allah)!' Ibrahim ampe gemeteran, saking dahsyatnye aura malaikat!"

[BAGIAN 4: PROKLAMASI TAUHID!]

"Ibrahim langsung sujud syukur. Rasa takutnye berubah jadi kekuatan nyang kagak ada tandingannye. Die tau, Allah udeh di pihaknye. Die liat Kota Ur nyang masih gelap, bukan cuman gelap malem, tapi gelap iman gara-gara nyembah patung."

"Ibrahim teriak kenceng dari atas gunung: 'Wahai kaumku! Ane lepas tangan ama berhala-berhala ente! Ane cuman hadepin wajah ane ke Dzat nyang nyiptain langit ama bumi!' Ibaratnye nih Bang, Ibrahim udeh Official jadi 'Oposisi' paling berani di Ur. Perang lawan kebatilan dimulai!"

[OUTRO]

"Episode kali ini ngajarin kite, kalo nyari Tuhan kudu pake hati nyang bersih. Jangan nyembah nyang 'tenggelam', sembahlah nyang nyiptain matahari!"

"Mantap! Ibrahim udeh dapet mandat, Jibril udeh mampir, sekarang tinggal tunggu aksinya Ibrahim 'ngacak-ngacak' pasar patung punye babehnye! Ane Abi Nyablak, pamit dulu. Jangan lupa sholat, biar iman kagak 'tenggelam' kayak matahari! Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAH DI BALIK EPISODE INI BUAT KITA?

Eits, jangan bubar dulu! Biar ente kagak cuma baca ceritanya doang, Abi kasih "Kado Ilmu" soal apa yang bisa kita petik dari keberanian Ibrahim عليه السلام saat menantang kesyirikan di Menara Nana bersama Lut عليه السلام.

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Ibrahim mengajarkan bahwa Tauhid adalah harga mati. Meski dikepung oleh massa yang menyembah patung, hatinya tetap tegak lurus kepada Allah. Inilah pelajaran tentang istiqomah: bahwa kebenaran itu tidak ditentukan oleh jumlah pengikut, melainkan oleh kekuatan ikatan hati kepada Sang Pencipta."

Catatan Ibadah Abi:

"Ibadah kita jangan sampai terjebak dalam ritual kosong tanpa makna. Ibrahim mempertanyakan patung yang tak bisa memberi manfaat maupun mudarat. Mari kita cek ibadah kita: apakah kita menyembah Allah karena cinta dan sadar, atau hanya karena sekadar ikut-ikutan tradisi tanpa mengerti hakikat-Nya?"

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Lelaki sejati bukan yang mengandalkan kekuasaan untuk menduakan istri, melainkan yang setia dan menjaga kehormatan pasangannya, seperti Ibrahim kepada Sarah. Dalam pergaulan, jadilah seperti Lut; berani membela kebenaran meski harus berseberangan dengan arus orang banyak. Itulah adab dan akhlak yang mulia."

Alhamdulillah...

Sekian pembahasan episode ke-13 Sirah Nabi Ibrahim عليه السلام ini. Kalau ada yang mau didiskusikan soal sirah atau mau tanya-tanya, jangan sungkan tulis di kolom komentar, atau samperin Abi di MAN 1 Jakarta Barat. Eits, inget ye... kalau mau mampir ke rumah Abi, syaratnye wajib bawa bolu pandan ama INDOCAFE COFFEEMIX serenceng! Kagak bawa? Ya kagak bakal Abi bukain pintu! Wkwkwk.


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi