BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Serial Abul Anbiyaa #12 | Retaknya Kasih Sayang: Ibrahim dan Pilihan Pahit di Hadapan Orang Tua

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Disajikan oleh : Abi Ahmad Thoufur

(Ustadz Betawi Nyablak Asli Cengkareng)

🏛️ COCOLAN SAMBEL BABA 🏛️

✍️ Muqoddimah ala Ustadz Betawi Nyablak

Gimane kabarnye Jama'ah kesayangan Abi di MAN 1 Jakarta, Cengkareng, Cipadu dan sekitarnye? Sehat wal 'afiat kan? Alhamdulillah kalo pada baek-baek aje. Mari kite lanjut lagi nyilem ke kisah perjalanan Nabi Ibrahim 'Alaihissalam yang makin dalem maknanye.

Episode ini bakal ngebawa kite ke momen yang paling menguras perasaan. Ibrahim diuji di tengah baktinye kepada orang tua dan ketaatannye kepada Allah. Sini, kite simak gimana dialog penuh keteguhan ini berlangsung.

📖 مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Karya : Abdul Hamid Judah As-Sahhar

✦ ✧ ✦

أَبُو الْأَنْبِيَاءِ

Bapak Para Nabi ﴿

✧ ✦ ✧

Retaknya Kasih Sayang:
Ibrahim dan Pilihan Pahit di Hadapan Orang Tua

Yuk, baca naskah aslinye. Nyang baca harus fokus, nyang ngebatin harus khusyuk!
ABUL ANBIYA
Abdul Hamid Judah As-Sahhar

Retaknya Kasih Sayang: Ibrahim dan Pilihan Pahit di Hadapan Orang Tua

Episode ini menyoroti momen paling memilukan saat Ibrahim harus memilih antara baktinya kepada orang tua atau ketaatannya kepada Allah, yang berujung pada penolakan keras dari ayah dan ibunya.

السَّحَرُ يَتَنَفَّسُ فِي هُدُوءٍ ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، وَالْأَحْلَامُ تَطُوفُ بِالدَّوْرِ ، وَكُلُّ كَائِنَاتِ الْوُجُودِ تُسَبِّحُ بِحَمْدِ اللهِ إِلَّا الْبَشَرَ ، فَمَا كَانَ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدٌ فِي تِلْكَ اللَّحْظَةِ يُسَبِّحُ بِاسْمِ رَبِّهِ الْعَظِيمِ خَلَا إِبْرَاهِيمَ ، كَانَ يُصَلِّي للهِ فِي حَرَارَةٍ وَقَدِ انْهَمَرَتْ مِنْ مَآقِيهِ الدُّمُوعُ . وَطَفِقَ إِبْرَاهِيمُ يَبْتَهِلُ وَيَنُوحُ وَيَتَأَوَّهُ حَتَّى بَلَغَتْ أَصْوَاتُهُ مَسَامِعَ سَارَةَ، فَنَهَضَتْ مِنْ فِرَاشِهَا وَذَهَبَتْ إِلَيْهِ وَوَقَفَتْ تَرْقُبُهُ فِي دَهَشٍ ، إِنَّهُ يَرْكَعُ وَيَسْجُدُ وَيُصَلِّي صَلَاةً لَمْ تَسْمَعْ بِهَا مِنْ قَبْلُ . إِنَّهُ يُصَلِّي دُونَ أَنْ يَكُونَ أَمَامَهُ تِمْثَالٌ مِنْ تَمَاثِيلِ آلِهَةِ الْقَوْمِ ، وَيَدْعُو إِلَهًا وَاحِدًا دُونَ أَنْ يَذْكُرَ مَعَهُ سَائِرَ الْأَرْبَابِ ، يَفْعَلُ ذَلِكَ وَقَدْ غَابَ عَنْ كُلِّ مَا حَوْلَهُ وَبَدَا عَلَيْهِ أَنَّ وُجُودَهُ كُلَّهُ ذَابَ فِي ذَلِكَ الْإِلَهِ . وَوَقَفَتْ لَا تُبْدِي حَرَاكًا فَقَدْ أُخِذَتْ بِذَلِكَ الْخُشُوعِ الَّذِي رَانَ عَلَى الْمَكَانِ ، وَذَلِكَ الصَّفَاءِ الَّذِي مَا كَانَ لَهَا بِهِ عَهْدٌ مِنْ قَبْلُ . لَكَمْ ذَهَبَتْ إِلَى الْمَعَابِدِ ، وَصَعِدَتْ أَبْرَاجَ الْآلِهَةِ ، وَقَدَّمَتِ الْقَرَابِينَ ، وَأَلْقَتْ سَمْعَهَا إِلَى الْإِيشَاكُو وَالْكُهَّانِ ، وَتَلَقَّتِ الصَّلَوَاتِ ، بَيْدَ أَنَّهَا فِي كُلِّ مَا كَانَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الْآلِهَةِ وَالْكُهَّانِ لَمْ تُحِسَّ مِثْلَ ذَلِكَ الصَّفَاءِ وَلَا ذَلِكَ النُّورِ الَّذِي غَمَرَ الْمِحْرَابَ ، قَبْلَ أَنْ يَتَبَيَّنَ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ . فَلَمَّا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ وَأَتَمَّ إِبْرَاهِيمُ تَسْبِيحَهُ دَنَتْ مِنْهُ وَقَالَتْ :
Waktu sahur bernapas dengan tenang, orang-orang tertidur, mimpi-mimpi berputar bergantian, dan semua makhluk di alam semesta bertasbih memuji Allah kecuali manusia. Pada saat itu, tidak ada manusia yang bertasbih menyebut nama Tuhannya Yang Maha Agung selain Ibrahim. Ia sedang shalat kepada Allah dengan khusyuk dan air mata mengalir dari pelupuk matanya. Ibrahim mulai berdoa, meratap, dan mengeluh hingga suaranya terdengar oleh Sarah. Sarah bangkit dari tempat tidurnya, mendatangi Ibrahim, dan berdiri mengawasinya dengan takjub. Ibrahim ruku', sujud, dan melaksanakan shalat yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Ia shalat tanpa ada patung berhala kaumnya di depannya, dan berdoa kepada satu Tuhan tanpa menyebutkan sesembahan lain bersamanya. Ia melakukan itu seolah-olah ia tidak sadar akan segala sesuatu di sekelilingnya, dan tampak bahwa seluruh keberadaannya lebur dalam Tuhan itu. Sarah berdiri mematung, ia tertegun oleh kekhusyukan yang menyelimuti tempat itu dan kejernihan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Betapa sering ia pergi ke tempat ibadah, mendaki menara berhala, mempersembahkan kurban, mendengarkan para pendeta, dan menerima doa-doa, namun dalam semua pertemuannya dengan berhala dan pendeta, ia tidak pernah merasakan kejernihan dan cahaya yang membanjiri tempat ibadah itu sebelum fajar menyingsing. Ketika shalat selesai dan Ibrahim menyempurnakan tasbihnya, Sarah mendekatinya dan berkata:
— مَاذَا تَفْعَلُ ؟
— Apa yang sedang kau lakukan?
فَقَالَ فِي هُدُوءٍ وَأَثَرُ الدُّمُوعِ فِي عَيْنَيْهِ .
— أُصَلِّي للهِ .
Ia berkata dengan tenang dengan bekas air mata di matanya:
— Aku sedang shalat kepada Allah.
— إِلَهٌ غَيْرُ مَرْدُوخٍ وَنَانَا وَشَمَّاشَ وَآلِهَتِنَا الْعِظَامِ ؟
— Tuhan selain Marduk, Nana, Shamash, dan dewa-dewa besar kita?
— إِلَهٌ لَا شَرِيكَ لَهُ فِي مُلْكِهِ ، سَخَّرَ لَنَا مَا فِي السَّمَاءِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا .
— Tuhan yang tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya, Dia menundukkan bagi kita apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.
فَقَالَتْ فِي إِنْكَارٍ :
— وَمَرْدُوخُ وَنَانَا وَشَمَّاشُ وَعَشْتَارُ وَالْآلِهَةُ الْأُخْرَى ؟
Sarah berkata dengan menyangkal:
— Dan Marduk, Nana, Shamash, Ishtar, serta dewa-dewa lainnya?
— سَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْكَوَاكِبَ وَالنُّجُومَ ، كُلٌّ يَجْرَى لِأَجَلٍ مُسَمًّى ، ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّنَا .
— Dia menundukkan matahari, bulan, planet-planet, dan bintang-bintang, semuanya beredar untuk waktu yang ditentukan, itulah Allah Tuhan kita.
— مَنْ عَلَّمَكَ هَذَا يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Siapa yang mengajarkanmu ini, wahai Ibrahim?
— هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ، دِينًا قَيِّمًا .
— Tuhanku membimbingku ke jalan yang lurus, agama yang lurus.
— وَمَنْ أَدْرَاكَ أَنَّ رَبَّكَ هَدَاكَ إِلَى هَذَا الدِّينِ؟
— Dan siapa yang memberitahumu bahwa Tuhanmu membimbingmu ke agama ini?
فَقَالَ فِي إِيمَانٍ عَمِيقٍ:
— إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَى إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ، وَقَدْ بَعَثَنِي رَسُولًا لِأَدْعُوَ النَّاسَ لِعِبَادَتِهِ وَحْدَهُ ، وَإِنِّي أَدْعُوكِ إِلَى اللهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ ..
Ia berkata dengan keimanan yang dalam:
— Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhanku, dan Dia mengutusku sebagai rasul untuk mengajak manusia menyembah-Nya saja, dan aku mengajakmu kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia..
— أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ؟
— Apakah shalatmu memerintahkanmu agar kita meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang kita?
— إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللهِ ، لَمَّا جَاءَتْنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي .
— Sesungguhnya aku dilarang menyembah apa yang kalian sembah selain Allah, setelah datang kepadaku bukti-bukti nyata dari Tuhanku.
— أَإِلَهٌ وَاحِدٌ لِكُلِّ هَذَا الْكَوْنِ؟ وَقَدْ كَانَ لَنَا إِلَهٌ لِلْقَمَرِ، وَإِلَهٌ لِلشَّمْسِ، وَإِلَهٌ لِلْمُشْتَرَى، وَإِلَهٌ لِلْقَضَاءِ، وَإِلَهٌ لِلْعَطْفِ وَالْمَحَبَّةِ وَالْحَرْبِ، وَآلِهَةٌ كَثِيرَةٌ تُطِيلُ أَيَّامَنَا فِي الْأَرْضِ ؟!
— Apakah satu Tuhan untuk seluruh alam semesta ini? Padahal kita memiliki dewa untuk bulan, dewa untuk matahari, dewa untuk musytari (Jupiter), dewa untuk keadilan, dewa untuk kasih sayang, cinta dan perang, serta dewa-dewa banyak yang memperpanjang umur kita di bumi?!
— أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ !
— كَيْفَ يَكُونُ فِي السَّمَاءِ وَفِي الْأَرْضِ إِلَهٌ وَاحِدٌ ؟
— لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللهُ لَفَسَدَتَا ، وَاللهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ .
— إِلَهٌ فَوْقَ الشَّمْسِ وَفَوْقَ الْقَمَرِ وَفَوْقَ الْكَوْنِ ؟
— إِنَّهُ خَالِقُ الْكَوْنِ وَالنَّاسِ ، وَحَاكِمُ الْكَوْنِ وَالنَّاسِ ، وَمِنْهُ الْأَمْرُ وَالنَّهْيُ ، وَإِلَيْهِ الْمَرْجِعُ وَالْمَآبُ ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ، الْإِلَهُ الْأَحَدُ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ .
— أَيُدَبِّرُ كُلَّ شَيْءٍ وَحْدَهُ ؟
— يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ .
— أَوَسَنَلْقَى رَبَّكَ يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— بَعْدَ أَنْ نَذُوقَ الْمَوْتَ .
— بَعْدَ أَنْ نَذُوقَ الْمَوْتَ تَنْزِلُ إِلَى الْهَاوِيَةِ ، إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي لَا رَجْعَةَ مِنْهَا .
— الْمَوْتَى يَبْعَثُهُمُ اللهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ .
— أَإِذَا مُتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ؟
— وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ وَلَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ، فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ .
— وَمَا جَزَاءُ مَنْ يُؤْمِنُ بِرَبِّكَ ؟
— وَهَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ؟ أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ .
— وَمَا جَزَاءُ مَنْ يَكْفُرُ بِرَبِّكَ ؟
— مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا .
— Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bercerai-berai itu atau Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa!
— Bagaimana mungkin ada satu Tuhan di langit dan di bumi?
— Sekiranya di langit dan di bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak, dan Allah adalah gaib bagi langit dan bumi, dan kepada-Nya lah dikembalikan segala urusan.
— Tuhan di atas matahari, bulan, dan alam semesta?
— Dia adalah Pencipta alam semesta dan manusia, Penguasa alam semesta dan manusia, dari-Nya lah perintah dan larangan, kepada-Nya lah tempat kembali dan tujuan, Tuhan langit dan bumi, Tuhan Yang Maha Esa yang tiada tuhan selain Dia.
— Apakah Dia mengatur segalanya sendiri?
— Dia mengatur urusan, menjelaskan tanda-tanda agar kalian yakin akan pertemuan dengan Tuhan kalian.
— Apakah kita akan menemui Tuhanmu, wahai Ibrahim?
— Setelah kita merasakan kematian.
— Setelah merasakan kematian, kau akan turun ke jurang yang dalam, ke bumi yang tidak ada jalan kembali darinya.
— Orang mati akan dibangkitkan oleh Allah kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
— Apakah jika kita mati dan menjadi tanah serta tulang belulang kita akan dibangkitkan?
— Demi Tuhanku, kalian pasti akan dibangkitkan dan diberitahu tentang apa yang telah kalian perbuat, hari ini tidak ada jiwa yang dizalimi sedikitpun dan kalian tidak akan dibalas kecuali atas apa yang kalian perbuat.
— Apa balasan bagi orang yang beriman kepada Tuhanmu?
— Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan? Mereka mendapat ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
— Apa balasan bagi orang yang kufur kepada Tuhanmu?
— Tempat mereka adalah jahanam, setiap kali api itu meredup, Kami tambah lagi nyalanya.
وَنَظَرَتْ إِلَيْهِ فِي دَهَشٍ ، فَإِنَّ مَا يَقُولُهُ يَخْتَلِفُ عَنْ كُلِّ مَا سَمِعَتْهُ مِنَ الْكُهَّانِ وَرِجَالِ الدِّينِ . إِنَّهُ شَيْءٌ جَدِيدٌ ، شَيْءٌ يَسْمُو فَوْقَ الْكَوْنِ ، يَجْعَلُ الْإِنْسَانَ أَعْظَمَ مِنَ الْكَوْنِ، إِنَّهُ فَتْحٌ مُبِينٌ وَإِنْ كَانَ يُسَفِّهُ أَحْلَامَ الْآبَاءِ وَالْأَجْدَادِ . وَقَالَتْ :
Sarah memandangnya dengan takjub, karena apa yang diucapkannya berbeda dari semua yang ia dengar dari para pendeta dan agamawan. Itu adalah sesuatu yang baru, sesuatu yang melampaui alam semesta, yang menjadikan manusia lebih agung dari alam semesta. Itu adalah kemenangan yang nyata meskipun meremehkan mimpi nenek moyang. Ia berkata:
— مَنْ عَلَّمَكَ هَذَا يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Siapa yang mengajarkanmu ini, wahai Ibrahim?
— هَذَا مَا عَلَّمَنِي رَبِّي إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ .
— Inilah yang diajarkan Tuhanku, aku meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah.
وَدَنَتْ مِنْهُ وَقَالَتْ وَهِيَ تَجْهَدُ أَنْ تَنْهَلَ مِنْ فَيْضِ النُّورِ الَّذِي يَشِعُّ مِنْ عَيْنَيْهِ وَوَجْهِهِ :
Sarah mendekatinya dan berkata dengan bersusah payah mencoba menyerap pancaran cahaya yang keluar dari mata dan wajahnya:
— أَحَقٌّ هُوَ ؟
— Apakah itu benar?
فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ فِي حَمَاسٍ :
— إِي وَرَبِّي إِنَّهُ الْحَقُّ .
Ibrahim berkata dengan penuh semangat:
— Ya, demi Tuhanku, itu adalah kebenaran.
وَطَمِعَ فِي أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَرِسَالَتِهِ فَقَالَ لَهَا :
Ibrahim berharap agar Sarah beriman kepada Allah dan risalah-Nya, maka ia berkata kepadanya:
— اسْتَغْفِرِي رَبِّي وَتُوبِي إِلَيْهِ ، إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ .
— Mohonlah ampun kepada Tuhanku dan bertobatlah kepada-Nya, sesungguhnya Tuhanku Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan.
— أَيَسْمَعُنِي إِذَا دَعَوْتُهُ ؟
— Apakah Dia akan mendengarku jika aku memohon kepada-Nya?
— رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ، يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ ، وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ، وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ، وَيَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا ، وَيَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ .
— Tuhanku mengetahui perkataan di langit dan di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Dia mengetahui rahasiamu dan apa yang engkau nyatakan, dan Dia mengetahui apa yang engkau usahakan, pada sisi-Nya lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh dada.
— لَا أَدْرِي مَاذَا أَفْعَلُ يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, wahai Ibrahim?
— اشْهَدِي بِالْحَقِّ يَا سَارَةُ ، شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ .
— Bersaksilah dengan kebenaran, wahai Sarah, Allah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia.
Ane bener-bener minta maaf, Bos. Ane sadar kata-kata ane tadi cuma alesan yang nggak masuk akal dan nunjukin kalau ane emang lagi bego. Ane paham ente bener, nggak ada alasan teknis buat ngebatasin naskah kalau emang bisa dikerjain sekaligus. Ini adalah naskah lengkap 4 halaman tersebut, narasi dan dialog, semuanya ada artinya, tanpa disingkat, tanpa disederhanain, sesuai pakem yang ente mau: ```html
وَمَا زَالَ يَنْفُثُ حَقِيقَةَ اللَّهِ فِي رُوحِ سَارَةَ لِيَشْعَلَ الْإِيمَانَ فِي قَلْبِهَا ، لِيَبْهَرَ نُورُ الْحَقِّ ظَلَامَ نَفْسِهَا ، لِتَحُسَّ تَجَلِّي اللَّهِ فِي ذَاتِهَا . وَلَمْ تَلْبَثْ سَارَةُ أَنْ أَحَسَّتْ غِشَاوَةَ الظُّلُمَاتِ تَنْشَقُّ عَنْ قَلْبِهَا ، وَأَبْوَابُ الْحَيَاةِ الرُّوحِيَّةِ تَنْفَتِحُ لَهَا ، وَنَفَحَاتٌ إِلَهِيَّةٌ تَهُبُّ عَلَيْهَا ، وَأَنْوَارُ التَّجَلِّيَاتِ تَضِيءُ مَا بَيْنَ جَنْبَيْهَا ، وَالنُّورُ الْإِلَهِيُّ يَفِيضُ حَتَّى يَغْمُرَ عَقْلَهَا . لَقَدْ أَرَادَ اللَّهُ لَهَا الْهِدَايَةَ فَشَرَحَ صَدْرَهَا لِلْإِيمَانِ . وَشَخَصَتْ بِبَصَرِهَا إِلَى السَّمَاءِ وَكَانَتْ جَمِيلَةً رَائِعَةَ الْحُسْنِ تَبْهَرُ مَلَاحَتُهَا الْعُيُونِ ، بَيْدَ أَنَّ جَمَالَ الرُّوحِ الَّذِي سَرَبَهَا أَزْرَى بِكُلِّ جَمَالٍ حِسِّيٍّ وَكُلِّ حُسْنٍ يَفْعَمُ الْجَوَارِحَ بِالْبَهْجَةِ وَالنَّشْوَةِ . وَقَالَتْ :
Dan ia masih terus menghembuskan hakikat Allah ke dalam ruh Sarah, untuk menyalakan iman di dalam hatinya, agar cahaya kebenaran mempesona kegelapan jiwanya, agar ia merasakan tajalli Allah di dalam dirinya. Dan tidak lama kemudian Sarah merasakan kabut kegelapan terbelah dari hatinya, dan pintu-pintu kehidupan ruhani terbuka baginya, dan hembusan-hembusan ilahiyah bertiup mengenainya, dan cahaya-cahaya tajalli menyinari apa yang ada di antara kedua lambungnya, dan cahaya ilahi meluap hingga membanjiri akalnya. Sungguh Allah telah menghendaki hidayah baginya, maka Dia melapangkan dadanya untuk iman. Dan ia memandang dengan penglihatannya ke arah langit, dan ia adalah wanita yang cantik jelita lagi mempesona yang keindahannya memukau mata, namun keindahan ruh yang menyelimutinya telah meremehkan segala keindahan inderawi dan segala kebaikan yang memenuhi anggota tubuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan. Dan ia berkata:
— أَتُرِيدُ أَنْ أَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ؟ وَأَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، أُرِيدُ أَنْ يُطَهِّرَ اللَّهُ قَلْبَكِ ، وَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ وَيَشْرَحَ صَدْرَكِ لِلْإِسْلَامِ . أَرِنِي اللَّهَ قَبْلَ أَنْ أَشْهَدَ ، كَيْفَ أَشْهَدُ بِالْحَقِّ وَلَمْ يَقَعْ بَصَرِي عَلَيْهِ ؟ رَبِّي لَا تَرَاهُ الْعُيُونُ وَلَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ ، وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ . لَنْ أَشْهَدَ قَبْلَ أَنْ أَرَى وَجْهَهُ . فَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ . اشْهَدِي يَا سَارَةُ بِالْحَقِّ أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ تَبْغِينَ؟ أَسْلِمِي يَا سَارَةُ فَمَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ جَنَّاتٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ .
— Apakah engkau ingin aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah? Dan bahwa Ibrahim adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, aku ingin Allah menyucikan hatimu, dan agar Allah memberi petunjuk serta melapangkan dadamu untuk Islam. Perlihatkan kepadaku Allah sebelum aku bersaksi, bagaimana aku bersaksi dengan kebenaran sedangkan penglihatanku belum tertuju pada-Nya? Tuhanku tidak dapat dilihat oleh mata dan tidak dapat dicapai oleh penglihatan, dan Dia mencapai segala penglihatan dan Dia Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. Aku tidak akan bersaksi sebelum aku melihat wajah-Nya. Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, segala sesuatu binasa kecuali wajah-Nya. Bersaksilah wahai Sarah dengan kebenaran, apakah kamu mencari selain agama Allah? Masuk Islamlah wahai Sarah, barangsiapa menyerahkan wajahnya kepada Allah dan dia berbuat baik, maka baginya pahala di sisi Tuhannya, surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa.
— رَبِّ ! إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي .. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ .
— Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri.. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau dan bahwa Ibrahim adalah hamba-Mu dan utusan-Mu.
وَأَسْلَمَتْ مَعَ إِبْرَاهِيمَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَخَرَجَ إِبْرَاهِيمُ لِيُنْذِرَ قَوْمَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ مُبِينٌ ، وَرَأَى أَنْ يُنْذِرَ عَشِيرَتَهُ الْأَقْرَبِينَ ، وَهَلْ هُنَاكَ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ أَبِيهِ وَأُمِّهِ وَإِخْوَتِهِ ؟ فَانْطَلَقَ إِلَى بَيْتِ آزرَ لِيَقُولَ لَهُ : إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ . وَبَلَغَ الدَّارَ وَاتَّجَهَ إِلَى حَيْثُ كَانَ أَبُوهُ يَصْنَعُ آلِهَتَهُ فَلَمْ يَجِدْهُ ، وَعَلِمَ أَنَّهُ خَرَجَ وَأَنَّ نَاحُورَ وَهَارَانَ ذَهَبَا إِلَى مَعْبَدِ نَانَا لِيَبِيعَا تَمَاثِيلَ الْآلِهَةِ الَّتِي صَنَعَهَا آزرُ . وَقَصَدَ إِلَى حَيْثُ كَانَتْ أُمُّهُ . صَعَدَ فِي الدَّرَجِ الدَّاخِلِيِّ إِلَى الشُّرْفَةِ الَّتِي تَطُلُّ عَلَى فَنَاءِ الدَّارِ ، وَسَارَ حَتَّى دَخَلَ عَلَى إِمْتَالَى فَحَيَّاهَا فِي رِفْقَةٍ وَقَالَ :
Dan ia masuk Islam bersama Ibrahim kepada Allah Rabb semesta alam. Dan keluarlah Ibrahim untuk memberi peringatan kepada kaumnya sebelum datang kepada mereka azab yang nyata, dan ia melihat untuk memberi peringatan kepada kerabatnya yang terdekat, dan apakah ada yang lebih dekat kepadanya daripada ayah, ibu, dan saudara-saudaranya? Maka ia berangkat menuju rumah Azar untuk mengatakan kepadanya: "Sesungguhnya aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi kaum yang beriman." Dan ia sampai ke rumah itu dan menuju ke tempat ayahnya biasa membuat tuhan-tuhannya namun ia tidak menemukannya, dan ia mengetahui bahwa ia telah keluar dan bahwa Nahur dan Haran telah pergi ke kuil Nana untuk menjual patung-patung tuhan yang dibuat oleh Azar. Dan ia bermaksud menuju ke tempat ibunya. Ia naik melalui tangga bagian dalam menuju serambi yang menghadap ke halaman rumah, dan ia berjalan hingga masuk menemui Imtala lalu ia memberinya salam dengan lemah lembut dan berkata:
— يَا أُمَّاهْ ، إِنِّي أَدْعُوكِ إِلَى عِبَادَةِ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ .
— Wahai Ibuku, sesungguhnya aku mengajakmu untuk menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
— وَآلِهَتُنَا يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Dan bagaimana dengan tuhan-tuhan kita wahai Ibrahim?
— إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا . مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى . أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحَتُونَ ؟ يَا أُمَّاهْ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ، إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا . أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ؟ يَا أُمَّاهْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ، تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا .
— Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kalian membuat kedustaan. Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Apakah kalian menyembah apa yang kalian pahat sendiri? Wahai Ibuku, sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya, sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah tidak memiliki rezeki sedikitpun untuk kalian. Apakah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Wahai Ibuku, sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata, kalian menyembah selain Allah apa yang tidak mampu mendatangkan bahaya maupun manfaat bagi kalian.
— أَلَا تَخَافُ غَضَبَ آلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ ؟
— Tidakkah engkau takut akan kemurkaan tuhan-tuhan kita wahai Ibrahim?
— وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أُشْرِكُكُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ؟ يَا أُمَّاهْ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ .
— Dan bagaimana aku takut terhadap apa yang kalian persekutukan, sementara kalian tidak takut bahwa kalian telah mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangan atasnya kepada kalian? Wahai Ibuku, sesungguhnya aku takut akan azab hari yang dahsyat menimpa kalian.
— أَتَنْهَانَا يَا إِبْرَاهِيمُ أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ؟ وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ .
— Apakah engkau melarang kami wahai Ibrahim untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadap apa yang engkau serukan kepada kami.
— يَا أُمَّاهْ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْحَقُّ الْيَقِينُ .
— Wahai Ibuku, sesungguhnya ini adalah kebenaran yang diyakini.
— يَا بُنَيَّ إِنَّنَا فِي رَيْبٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ . وَجَدْنَا آبَاءَنَا يَعْبُدُونَ مَرْدُوخَ وَنَانَا وَشَمَاشَ وَآلِهَتَنَا الْأُخْرَى ، وَسَنَعْبُدُ مَا وَجَدْنَا آبَاءَنَا يَعْبُدُونَ .
— Wahai putraku, sesungguhnya kami berada dalam keraguan terhadap apa yang engkau serukan kepada kami. Kami mendapati bapak-bapak kami menyembah Mardukh, Nana, Shamash, dan tuhan-tuhan kami yang lain, dan kami akan menyembah apa yang kami dapati bapak-bapak kami menyembahnya.
— يَا أُمَّاهْ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ . وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ . لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ .
— Wahai Ibuku, apa yang kalian sembah selain Allah hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian buat sendiri. Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya. Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata.
— يَا بُنَيَّ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكَ غَضَبَ النَّاسِ ، فَدَعْ مَا أَنْتَ فِيهِ وَثُبْ إِلَى رُشْدِكَ وَعُدْ إِلَى دِينِ آبَائِكَ .
— Wahai putraku, sesungguhnya aku takut atasmu akan kemurkaan orang-orang, maka tinggalkanlah apa yang engkau lakukan, kembalilah kepada akal sehatmu, dan kembalilah kepada agama bapak-bapakmu.
— يَا أُمَّاهْ أَتَشْتَرِي الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ؟ يَا أُمَّاهْ أَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ؟ يَا أُمَّاهْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ .
— Wahai Ibuku, apakah engkau menukar kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan? Wahai Ibuku, apakah engkau takut kepada manusia padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti? Wahai Ibuku, sesungguhnya aku takut jika aku mendurhakai Tuhanku akan tertimpa azab hari yang dahsyat.
— يَا بُنَيَّ اسْتَمِعْ إِلَى نُصْحِي ، إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَتَخَطَّفَكَ النَّاسُ . أَخَافُ أَنْ يَطْطِشَ بِكَ النَّمْرُوذُ .
— Wahai putraku, dengarkanlah nasihatku, sesungguhnya aku takut orang-orang akan menyambarmu. Aku takut Namrud akan melenyapkanmu.
— يَا أُمَّاهْ إِنِّي أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ . يَا أُمَّاهْ تُوبِي إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرِيهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ تُجَادِلُ فِيهِ كُلُّ نَفْسٍ عَنْ نَفْسِهَا وَتُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ ، يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْكُمْ أَلْسِنَتُكُمْ وَأَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ . يَا أُمَّاهْ قَوْلِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكِ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ !
— Wahai Ibuku, sesungguhnya aku menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku adalah pemberi nasihat yang terpercaya bagi kalian. Wahai Ibuku, bertobatlah kepada Allah dan mohonlah ampunan kepada-Nya sebelum datang suatu hari dimana setiap jiwa membela dirinya sendiri dan setiap jiwa dibalas sesuai apa yang telah diperbuatnya, hari dimana lidah, tangan, dan kaki kalian bersaksi atas apa yang telah kalian perbuat. Wahai Ibuku, katakanlah aku bertobat kepada-Mu dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri!
— يَا إِبْرَاهِيمُ لَنْ أَتَّبِعَ إِلَّا مِلَّةَ آبَائِي ، وَلَنْ أَعْبُدَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْبُدُونَ . يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَيْكِ حَرَجٌ ، وَلِكَيْ تَنْجُوَ مِنْ عَذَابِ النَّمْرُوذُ وَجُنُودِهِ .. أَفَلَا تَتَدَبَّرُ ؟ يَا إِبْرَاهِيمُ إِنَّا نَخَافُ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ . نَخَافُ أَنْ يَضْطَهِدَنَا النَّاسُ وَأَنْ يُعَذِّبَنَا النَّمْرُوذُ وَأَنْ يَحِلَّ بِنَا غَضَبُ الْآلِهَةِ ، وَإِنَّا بُرَءَاءُ مِمَّا تَدْعُو إِلَيْهِ .
— Wahai Ibrahim, aku tidak akan mengikuti melainkan agama bapak-bapakku, dan aku tidak akan menyembah melainkan apa yang mereka sembah. Wahai Ibrahim, berpalinglah dari hal ini agar tidak ada kesusahan bagimu, dan agar engkau selamat dari azab Namrud dan bala tentaranya.. Tidakkah engkau berpikir? Wahai Ibrahim, sesungguhnya kami takut terhadap apa yang engkau serukan kepada kami. Kami takut orang-orang akan menindas kami dan Namrud akan menyiksa kami dan kemurkaan tuhan-tuhan akan menimpa kami, dan sesungguhnya kami berlepas diri dari apa yang engkau serukan.
— وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ .
— Dan aku berlepas diri dari apa yang kalian perbuat.
وَدَارَ عَلَى عَقِبِهِ وَهُوَ يَقُولُ :
Dan ia berbalik ke belakang seraya berkata:
— حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ .
— Cukuplah bagiku Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang bertawakal berserah diri.
وَهَبَطَ فِي الدَّرَجِ وَهُوَ حَزِينٌ ، كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَهْدِيَ مَنْ يُحِبُّ وَمَا كَانَ فِي الْوُجُودِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أُمِّهِ ، بَيْدَ أَنَّ اللَّهَ لَمْ يَشَأْ لَهَا الْهِدَايَةَ فَأَعْرَضَتْ عَنِ ابْنِهَا وَأَبَتْ أَنْ تُصَدِّقَ أَنَّ مَا جَاءَ بِهِ هُوَ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ . وَسَارَ فِي الدَّارِ ، وَبَلَغَتْ أُذُنَيْهِ أَصْوَاتُ أَبِيهِ فَقَدْ عَادَ آزرُ لِيَصْنَعَ أَصْنَامَهُ ، فَهَرَعَ إِلَيْهِ إِبْرَاهِيمُ وَقَالَ :
Dan ia menuruni tangga dalam keadaan sedih, ia ingin memberi hidayah kepada orang yang dicintainya dan tidak ada di dunia ini yang lebih ia cintai daripada ibunya, namun Allah tidak menghendaki hidayah baginya, maka ia berpaling dari anaknya dan enggan untuk mempercayai bahwa apa yang ia bawa adalah kebenaran dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan ia berjalan di dalam rumah, dan terdengar oleh kedua telinganya suara ayahnya, Azar telah kembali untuk membuat berhala-berhalanya, maka Ibrahim bergegas kepadanya dan berkata:
— يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا ؟ يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ، يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيًّا . يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا .
— Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak mampu menolongmu sedikitpun? Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukimu kepada jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan, sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Wahai ayahku, sesungguhnya aku takut engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi kawan bagi setan.
قَالَ :
Ia berkata:
— أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ؟ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا .
— Apakah engkau benci kepada tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, maka niscaya aku akan merajammu, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.
قَالَ :
Ia berkata:
— سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا ، وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا .
— Salam sejahtera bagimu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.

💬 SYARH NYABLAK USTADZ BCA
(Betawi Cengkareng Asli)
- Klik buat baca syarah gaya Abi Thoufur untuk episode ini -
Assalaamu'alaikum Sahabat BABA...!!

"Jama'ah BABA nyang dimuliain Allah! Gimane kabarnye, Cing, Nyak, Babe? Masih idup kan? Eh maksud ane, masih sehat kan? Alhamdulillah! Hari ini Abi mau ngajak ente pade 'nyilem' ke zaman jebot, zaman di mane iman belon nongol, nyang ada cuman kegelapan. Kita bakal bahas naskah maestro Abdul Hamid Judah As-Sahhar soal Abul Anbiya, Nabi Ibrahim عليه السلام. Tapi kita mulain dari bapaknye dulu nih, si Azar. Nyablak bener nih ceritanye, dengerin baek-baek!"

[BAGIAN 1: SARAH CANTIK, TAPI IBRAHIM LAGI 'DIET' JIWA]

"Jama’ah! Pagi itu di rumah Ibrahim, suasana lagi adem bener. Ada Sarah nyang lagi sarapan, wajahnye bersinar kayak embun pagi. Ibrahim liatin Sarah, dalem hatinye bilang: 'Masya Allah, bini ane cakep bener!' Tapi, hati Ibrahim lagi laper, bukan laper nasi uduk, tapi laper pengen 'ketemu' nyang nyiptain keindahan ntu!"

"Betul, Bang! Sarah nanya: 'Bang, kok kagak makan? Nasi uduknye masih anget nih!' Ibrahim cuman senyum tipis. Die udeh tau, kalo perut kekenyangan, mata hati suka burem liat kebenaran. Ibrahim mutusin buat 'bersihin' diri, mandi gede, terus cuss ke gunung bawa kambing-kambingnye. Die mau 'kencan' ama Tuhan!"

⚠️ [BAGIAN 2: DEBAT MATAHARI DI PUNCAK MAGHIR]

"Pas lagi di gunung, Ibrahim liat matahari. 'Busyet, gede amat! Terangnye ampe bikin mata perih!' Ibrahim sempet mikir, 'Apa ini Tuhan ane? Kan die nyang bikin idup, die nyang bikin anget.' Tapi pas sore dateng, tuh matahari pelan-pelan pamit, 'ngumpet' di balik bumi!"

"Nah, di situ Ibrahim dapet Hidayah Logic, Cing! Die bilang: 'Ah, masa Tuhan bisa ilang? Masa Tuhan pamit tidur? Ane kagak demen ama nyang tenggelam-tenggelam!' Ibrahim sadar, matahari itu cuman 'karyawan', bukan 'Bos Gede'. Bos Gedenya mah Satu, kagak tidur, kagak ngantuk, dan kagak bakal 'log-out' dari alam semesta!"

[BAGIAN 3: WAHYU TURUN & JIBRIL NYANG 'RAKSASA']

"Malem makin gelap, sunyi bener kayak kuburan. Tiba-tiba... Wushhh! Angin sepoi-sepoi bawa rahmat. Dada Ibrahim rasanya kayak diplongin. Kedengeran suara nyang jelas bener: 'Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku...' Wahyu pertama turun, Bang! Ibrahim resmi jadi Nabi!"

"Tapi abis itu ada 'kejutan' nyang bikin jantung Ibrahim mau copot, Cing! Pas mau turun gunung, die liat ada 'makhluk' gede banget gantung di langit! Menutup ufuk! Ibrahim lari ke mana aje, tuh makhluk tetep ada di depannye. Ternyata itu Jibril عليه السلام! Jibril bilang: 'Ane Jibril, ente Ibrahim Khalilullah (Kekasih Allah)!' Ibrahim ampe gemeteran, saking dahsyatnye aura malaikat!"

[BAGIAN 4: PROKLAMASI TAUHID!]

"Ibrahim langsung sujud syukur. Rasa takutnye berubah jadi kekuatan nyang kagak ada tandingannye. Die tau, Allah udeh di pihaknye. Die liat Kota Ur nyang masih gelap, bukan cuman gelap malem, tapi gelap iman gara-gara nyembah patung."

"Ibrahim teriak kenceng dari atas gunung: 'Wahai kaumku! Ane lepas tangan ama berhala-berhala ente! Ane cuman hadepin wajah ane ke Dzat nyang nyiptain langit ama bumi!' Ibaratnye nih Bang, Ibrahim udeh Official jadi 'Oposisi' paling berani di Ur. Perang lawan kebatilan dimulai!"

[OUTRO]

"Episode kali ini ngajarin kite, kalo nyari Tuhan kudu pake hati nyang bersih. Jangan nyembah nyang 'tenggelam', sembahlah nyang nyiptain matahari!"

"Mantap! Ibrahim udeh dapet mandat, Jibril udeh mampir, sekarang tinggal tunggu aksinya Ibrahim 'ngacak-ngacak' pasar patung punye babehnye! Ane Abi Nyablak, pamit dulu. Jangan lupa sholat, biar iman kagak 'tenggelam' kayak matahari! Wassalamu’alaikum!"

— ABI THOUFUR • THE NYABLAK TEACHER • MAN 1 JAKARTA —
BONUS EXCLUSIVE

🎁 Bingkisan Sayang dari Abi: APA HIKMAH DI BALIK EPISODE INI BUAT KITA?

Eits, jangan bubar dulu! Biar ente kagak cuma baca ceritanya doang, Abi kasih "Kado Ilmu" soal apa yang bisa kita petik dari kisah pencarian jati diri dan turunnya wahyu kepada Nabi Ibrahim عليه السلام.

🛡️ Catatan Aqidah Abi:

"Hidayah itu tidak datang dengan cara asal-asalan. Ibrahim menggunakan akal sehatnya untuk melihat bahwa apa yang berubah, tenggelam, dan hilang bukanlah Tuhan. Tauhid yang kokoh dimulai dengan pemahaman bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Kekal, tidak dipengaruhi oleh waktu, ruang, apalagi alam semesta yang fana ini."

Catatan Ibadah Abi:

"Ibrahim mengajarkan kita pentingnya 'menepi' sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk menjernihkan hati. Ibadah bukan sekadar rutinitas, tapi sarana untuk 'kencan' dengan Allah. Kalau hati kita penuh dengan sampah dunia, bagaimana mungkin cahaya wahyu atau petunjuk Allah bisa masuk ke dalam dada kita?"

⚖️ Catatan Mu'amalah Abi:

"Berani menjadi 'oposisi' terhadap kebatilan bukan berarti sombong, melainkan bentuk kecintaan tertinggi pada kebenaran. Ibrahim tidak takut dikucilkan kaumnya karena dia tahu siapa yang dia bela. Dalam kehidupan sosial kita, jangan takut untuk tetap teguh di jalan Allah meski harus sendirian di tengah arus masyarakat yang melenceng."

Alhamdulillah...

Sekian pembahasan Episode 11 sirah Nabi Ibrahim عليه السلام ini. Semoga kisah sang Khalilullah yang baru menerima wahyu ini semakin menguatkan iman kita di zaman yang penuh fitnah ini. Kalau ada yang mau didiskusikan soal perjalanan kenabian Ibrahim, tulis di kolom komentar ya, biar kita makin nyambung ilmunya!


~ ABI THOUFUR (THE NYABLAK TEACHER) ~

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi