جَلَسَ آزَرُ مُطْرِقًا حَزِينًا بَعْدَ أَنْ أَنْزَلَ بِهِ مَرْدُوخُ الْخَرَابَ ، جَلَسَ يَزْفِرُ حَسْرَةً عَلَى ابْنِهِ هَارَانَ الَّذِي أَرَادَ أَنْ يُؤْتَى مَا أُوتِيَ أَخُوهُ إِبْرَاهِيمُ فَرَاحَ يَمْتَحِنُ قُدْرَةَ آلِهَتِهِ ، فَرَاحَ طُعْمَةً لِلنِّيرَانِ . لَمْ تَطُلْ أَيَّامُ ابْنِهِ هَارَانَ عَلَى الْأَرْضِ بَلْ ذَهَبَ إِلَى الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي لَا رَجْعَةَ مِنْهَا . وَلَمْ تَحْتَمِلْ إِمْتَالَى الْعَجُوزُ قَسْوَةَ الْقَدَرِ فَمَاتَتْ حُزْنًا عَلَى ابْنِهَا ، وَذَهَبَتْ إِلَى الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ وَتَرَكَتْهُ وَحْدَهُ يَعِيشُ عَلَى الذِّكْرَيَاتِ ، وَيُقَاسِي مَرَارَةَ الْوَحْدَةِ الَّتِي اشْتَدَّتْ وَطْأَتُهَا عَلَيْهِ لَمَّا أَصَرَّ قَوْمُهُ عَلَى مُقَاطَعَتِهِ وَإِبْدَاءِ الْعَدَاوَةِ لَهُ .
Azar duduk tertunduk sedih setelah Marduk menimpakan kehancuran padanya, ia duduk menghembuskan napas penuh penyesalan atas putranya Haran yang ingin diberikan apa yang diberikan kepada saudaranya Ibrahim, sehingga ia mulai menguji kemampuan tuhan-tuhannya, lalu ia menjadi santapan api. Hari-hari putranya Haran tidak lama di bumi, bahkan ia pergi ke alam bawah, ke tanah yang tiada kembali darinya. Dan Imtali yang sudah tua tidak kuat menahan kerasnya takdir, maka ia mati karena sedih atas putranya, dan pergi ke alam bawah, meninggalkannya sendirian hidup dengan kenangan, dan menanggung kepahitan kesendirian yang tekanannya semakin berat atasnya ketika kaumnya bersikeras memboikotnya dan menampakkan permusuhan padanya.
لَقَدْ نَبَذَهُ النَّاسُ لِأَنَّ ابْنَهُ إِبْرَاهِيمَ كَفَرَ بِالْآلِهَةِ وَحَطَّمَ أَصْنَامَهَا ، نَبَذُوهُ لِأَنَّ ابْنَهُ سَخِرَ مِنَ الْآلِهَةِ جَمِيعًا عَلَى أَعْيُنِهِمْ . وَلَمْ يَذْكُرِ الَّذِينَ ظَلَمُوهُ أَنَّ ابْنَهُ الْآخَرَ هَارَانَ ضَحَّى بِنَفْسِهِ لِيُدَلِّلَ عَلَى قُدْرَةِ آلِهَتِهِمْ ، وَأَنَّهُ كَانَ أَكْثَرَهُمْ إِيمَانًا بِالسَّادَةِ الْبَعُولِ الْكِرَامِ . وَنَسِيَ آزَرُ وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى بَالِهِ أَنَّ كِهَانَ أَوْرَ وَرِجَالِ الدِّينِ فِيهَا حَقَدُوا عَلَى هَارَانَ حِقْدَهُمْ عَلَى أَخِيهِ . فَقَدْ خَرَجَ إِبْرَاهِيمُ مِنَ النَّارِ مُعْلِنًا عَلَى رُءُوسِ الْأَشْهَادِ قُدْرَةَ إِلَهِهِ الَّتِي مَا كَانَتْ تَخْطُرُ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، بَيْنَا تَرَدَّى هَارَانُ فِي النَّارِ فَجَاءَ بِدَلِيلٍ مُبِينٍ عَلَى عَجْزِ آلِهَتِهِمْ وَهَوَانِ أَمْرِهَا .
Orang-orang menjauhinya karena putranya Ibrahim kufur kepada tuhan-tuhan dan menghancurkan berhala-berhala mereka, mereka menjauhinya karena putranya mengejek semua tuhan di depan mata mereka. Dan mereka yang menzaliminya tidak menyebutkan bahwa putranya yang lain, Haran, mengorbankan dirinya untuk membuktikan kemampuan tuhan-tuhan mereka, dan bahwa ia adalah yang paling beriman di antara mereka kepada para tuan Ba'al yang mulia. Dan Azar lupa dan tidak terlintas dalam benaknya bahwa para pendeta Ur dan pemuka agama di sana mendendam kepada Haran sebagaimana dendam mereka kepada saudaranya. Sebab Ibrahim keluar dari api dengan mengumumkan di hadapan orang banyak kemampuan Tuhannya yang tidak pernah terlintas dalam hati manusia, sementara Haran jatuh ke dalam api, sehingga ia datang dengan bukti nyata atas kelemahan tuhan-tuhan mereka dan hinanya urusan mereka.
قَالَ الْكِهَانُ إِنَّ بَيْتَ آزَرَ حَلَّتْ بِهِ اللَّعَنَاتُ ، وَأَنَّ هَارَانَ احْتَرَقَ بِسَبَبِ هَذِهِ اللَّعَنَاتِ ، وَأَنَّ الْآلِهَةَ أَبَتْ أَنْ تَمُدَّ أَيْدِيَهَا إِلَى هَارَانَ لِأَنَّهُ تَدَنَّسَ بِدَعْوَةِ إِبْرَاهِيمَ فَتَرَكَتِ النَّارَ تَلْتَهِمُهُ وَلَمْ تَأْمُرْهَا أَنْ تَكُونَ بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَيْهِ . وَصَدَّقَ النَّاسُ هَذِهِ الدَّعْوَى حَتَّى آزَرَ نَفْسَهُ صَدَّقَهَا ، أَلَمْ يَحْتَرِقْ هَارَانُ ؟ أَلَمْ تَمُتْ إِمْتَالَى حُزْنًا عَلَيْهِ ؟ لَقَدْ تَجَلَّتْ قُدْرَةُ مَرْدُوخَ إِذْ كَتَبَ عَلَيْهِ الْخَرَابَ ! وَسَكَنَ النَّاسُ إِلَى مَا يَدَّعِيهِ الْكِهَانُ وَلَمْ يَطْلُبُوا مِنْهُمْ أَنْ يُلْقُوا بِأَنْفُسِهِمْ فِي الْجَحِيمِ وَأَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا سَالِمِينَ بِسُلْطَانِ آلِهَتِهِمْ أَوْ بِسِحْرٍ مُسْتَمِرٍ ، وَهُمُ الْأَطْهَارُ الْأَبْرَارُ الَّذِينَ لَمْ تَحْلُلْ عَلَيْهِمُ اللَّعَنَاتُ بِسَبَبِ دَعْوَةِ إِبْرَاهِيمَ .
Para pendeta berkata bahwa rumah Azar telah diliputi kutukan, dan bahwa Haran terbakar karena kutukan-kutukan ini, dan bahwa tuhan-tuhan menolak untuk mengulurkan tangan mereka kepada Haran karena ia tercemar oleh dakwah Ibrahim, maka mereka membiarkan api melahapnya dan tidak memerintahkannya untuk menjadi dingin dan keselamatan baginya. Dan orang-orang mempercayai dakwaan ini hingga Azar sendiri mempercayainya, bukankah Haran terbakar? Bukankah Imtali mati karena sedih atasnya? Sungguh kemampuan Marduk telah tampak ketika ia menetapkan kehancuran atasnya! Dan orang-orang tenang dengan apa yang diklaim oleh para pendeta dan mereka tidak meminta mereka untuk melemparkan diri mereka sendiri ke dalam neraka dan keluar darinya dengan selamat atas kekuasaan tuhan-tuhan mereka atau dengan sihir yang terus-menerus, padahal mereka adalah orang-orang suci yang baik yang kutukan tidak menimpa mereka karena dakwah Ibrahim.
وَبَاتَ آزَرُ نَهْبًا لِأَفْكَارِهِ مُذْ مَاتَ هَارَانُ وَحَمَلَتْ إِمْتَالَى عَلَى الْأَعْنَاقِ . كَانَ يَرْتَجِفُ مِنْ غَضَبِ آلِهَتِهِ فَإِنَّ إِبْرَاهِيمَ مَا يَزَالُ عَلَى عَدَاوَتِهِ لَهُمْ ، بَلْ وَزَادَتْ عَدَاوَتُهُ ضَرَاوَةً بَعْدَ أَنْ خَرَجَ سَالِمًا مِنَ النَّارِ الَّتِي أَلْقُوهُ فِيهَا . وَقَدْ أَعْلَنَتْ سَارَةُ ابْنَةُ أَخِيهِ إِيمَانَهَا بِرَبِّ إِبْرَاهِيمَ وَصَارَتْ تَقْضِي نَهَارَهَا وَلَيْلَهَا فِي الْمِحْرَابِ تَدْعُو رَبَّهَا بِصَوْتِهَا الرَّخِيمِ حَتَّى خَشِيَ الْجِيرَانُ أَنْ تَفْتِنَ أَبْنَاءَهُمْ . وَآمَنَ لَهُ لُوطٌ عَلَى الرَّغْمِ مِنْ أَنَّ أَبَاهُ مَاتَ فِي سَبِيلِ إِعْلَاءِ كَلِمَةِ آلِهَتِهِ . وَآمَنَ الْمُسْتَضْعَفُونَ مِنَ النَّاسِ سِرًّا بِمَا جَاءَ بِهِ إِبْرَاهِيمَ ، تَرَى مَاذَا يَحِيقُ بِهِ مِنْ خَرَابٍ بَعْدَ مَا حَلَّ بِهِ ؟ وَمَاذَا تَفْعَلُ الْآلِهَةُ بِهِ أَيْضًا لِتُعْلِنَ عَنْ غَضَبِهَا ؟
Azar menjadi mangsa bagi pemikirannya sejak Haran mati dan Imtali diusung di atas bahu. Ia gemetar karena murka tuhan-tuhannya karena Ibrahim masih tetap pada permusuhannya kepada mereka, bahkan permusuhannya bertambah ganas setelah ia keluar dengan selamat dari api yang mereka lemparkan ia ke dalamnya. Dan Sarah, putri saudaranya, mengumumkan imannya kepada Tuhan Ibrahim dan mulai menghabiskan siang dan malamnya di mihrab berdoa kepada Tuhannya dengan suaranya yang merdu hingga tetangga takut ia akan menyesatkan anak-anak mereka. Dan Luth beriman kepadanya meskipun ayahnya mati demi meninggikan kalimat tuhan-tuhannya. Dan orang-orang yang tertindas beriman secara sembunyi-sembunyi kepada apa yang dibawa oleh Ibrahim, gerangan kehancuran apa yang akan menimpanya setelah apa yang telah terjadi padanya? Dan apa yang tuhan-tuhan lakukan padanya juga untuk mengumumkan kemurkaan mereka?
كَانَ آزَرُ كَالْغَرِيقِ الَّذِي يُجَاهِدُ لِيَتَشَبَّثَ بِأَيِّ شَيْءٍ ، لَمْ يَجِدْ أَمَامَهُ إِلَّا أَنْ يُظْهِرَ الْخُضُوعَ لِآلِهَتِهِ وَأَنْ يَفْعَلَ مَا يَسْكُنُ غَضَبَهَا . فَفَكَّرَ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الْمَعْبَدِ وَأَنْ يُقَدِّمَ الْقَرَابِينَ لِلْآلِهَةِ حَتَّى تَرْضَى ، وَلَكِنَّهُ تَذَكَّرَ الْعَدَاوَةَ الَّتِي يَسْتَقْبِلُ بِهَا كُلَّمَا انْطَلَقَ إِلَى الْمَعْبَدِ فَارْتَعَدَتْ فَرَائِصُهُ . إِنَّ تَحْقِيرَ النَّاسِ إِيَّاهُ أَلِيمٌ لَا يُطَاقُ حَتَّى وَلَوْ كَانَ فِي سَبِيلِ الْآلِهَةِ ! فَلَمْ يَكُنْ أَمَامَهُ إِلَّا أَنْ يَذْهَبَ إِلَى مَعْبَدِهِ الْخَاصِّ يَبْكِي وَيَنْتَحِبُ لِلْآلِهَةِ عَسَى أَنْ تَرِقَّ لَهُ وَتَعْفُوَ عَنْهُ . فَدَخَلَ الْمِحْرَابَ وَرَكَعَ خَاشِعًا لِمَرْدُوخَ وَبَانَا وَشَمَّاشَ وَعَشْتَارَ وَإِنْلِيلَ وَأَنُو وَأَيَّا وَكُلِّ مَنْ يَعْرِفُ وَمَنْ لَا يَعْرِفُ مِنَ الْآلِهَةِ ، وَانْبَعَثَتِ الصَّلَاةُ مِنْ قَلْبِهِ حَارَّةً وَالِابْتِهَالَاتُ مُجَلْجِلَةً .
Azar bagaikan orang tenggelam yang berjuang untuk berpegang pada sesuatu apa pun, ia tidak menemukan di depannya kecuali menampakkan ketundukan kepada tuhan-tuhannya dan melakukan apa yang dapat meredam kemurkaan mereka. Maka ia berpikir untuk keluar ke kuil dan memberikan kurban kepada tuhan-tuhan hingga mereka rida, namun ia teringat permusuhan yang menyambutnya setiap kali ia berangkat ke kuil, maka gemetarlah sekujur tubuhnya. Sungguh penghinaan orang-orang terhadapnya itu menyakitkan dan tak tertahankan meskipun itu demi tuhan-tuhan! Maka tidak ada di depannya kecuali pergi ke kuil pribadinya, menangis dan meratap kepada tuhan-tuhan, semoga mereka kasihan padanya dan memaafkannya. Ia masuk ke mihrab dan ruku' dengan khusyuk kepada Marduk, Bana, Shamash, Ishtar, Enlil, Anu, Aya, dan setiap yang ia kenal maupun yang tidak ia kenal dari para tuhan, dan memancarlah doa dari hatinya dengan hangat dan rintihan yang membahana.
وَعَكَفَ عَلَى صَلَاتِهِ وَبُكَائِهِ وَدَعَوَاتِهِ حَتَّى نَالَ مِنْهُ الْجُهْدُ . كَانَ يَرْجُو أَنْ يَدْرَأَ غَضَبَ الْآلِهَةِ بِصَلَاتِهِ وَنُسُكِهِ ، أَنْ يَرْفَعُوا عَنْهُ مَقْتَهُمْ وَغَضَبَهُمْ ، أَنْ يَدَعُوا أَيَّامَهُ الْبَاقِيَةَ عَلَى الْأَرْضِ تَنْقَضِي بِسَلَامٍ وَكَفَاهُ مَا قَاسَى مِنَ مَوْتِ الْعَزِيزَيْنِ هَارَانَ وَإِمْتَالَى ! وَجَاءَ إِبْرَاهِيمُ يَسْعَى إِلَيْهِ فَهْوَ مُذْ مَاتَ هَارَانُ وَأُمُّهُ لَا يُفَارِقُ أَبَاهُ بَلْ يُؤْنِسُهُ فِي وَحْدَتِهِ وَيَبَرُّهُ وَيَخْفِضُ لَهُ جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَلَا يَقُولُ لَهُ إِلَّا قَوْلًا مَعْرُوفًا . وَبَقِيَ إِبْرَاهِيمُ مَعَ أَبِيهِ إِلَى أَنْ صَعِدَ إِلَى غُرْفَتِهِ لِيَنَامَ ، فَخَرَجَ إِلَى مَلَكُوتِ اللَّهِ يُفَكِّرُ وَيَتَدَبَّرُ آيَاتِهِ ، وَيُحِسُّ ذَلِكَ التَّنَاغُمَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَوْنِ الَّذِي يَحُسُّهُ كُلَّمَا خَرَجَ إِلَى الْخَلَاءِ .
Dan ia tekun dalam salat, tangisan, dan doa-doanya hingga kelelahan menyerangnya. Ia berharap dapat menolak murka tuhan-tuhan dengan salat dan ibadahnya, agar mereka mengangkat kebencian dan murka mereka darinya, agar mereka membiarkan hari-harinya yang tersisa di bumi berlalu dengan damai, dan cukuplah baginya apa yang ia derita dari kematian dua orang tercinta, Haran dan Imtali! Dan datanglah Ibrahim berusaha kepadanya, karena sejak Haran dan ibunya mati, ia tidak meninggalkan ayahnya, bahkan ia menghiburnya dalam kesendiriannya, berbakti kepadanya, merendahkan sayap kerendahan hati karena kasih sayang, dan tidak berkata kepadanya kecuali perkataan yang baik. Dan Ibrahim tetap bersama ayahnya sampai ia naik ke kamarnya untuk tidur, maka ia keluar ke alam kerajaan Allah memikirkan dan merenungi tanda-tanda-Nya, dan merasakan keselarasan antara dirinya dengan alam semesta yang ia rasakan setiap kali ia keluar ke ruang terbuka.
وَتَذَكَّرَ مَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ جَدِّهِ نَاحُورَ إِلَى أَنْ مَاتَ ، وَمَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ هَارَانَ حَتَّى ذَهَبَ إِلَى اللَّهِ ، وَمَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أُمِّهِ حَتَّى فَاضَتْ رُوحُهَا بَيْنَ يَدَيْهِ . مَاتَ نَاحُورُ وَهَارَانُ وَإِمْتَالَى . مَاتَ جَدُّهُ وَأَخُوهُ وَأُمُّهُ ، وَسَيَلْحَقُ بِهِمْ حِينَ يَأْذَنُ اللَّهُ وَزَوْجُهُ ، ثُمَّ يَكُونُ يَوْمٌ يَذْهَبُ فِيهِ هُوَ نَفْسُهُ إِلَى الرَّفِيقِ الْأَعْلَى ، كُلُّ النَّاسِ يَذُوقُونَ الْمَوْتَ . الْمَوْتُ ؟ وَمَاذَا بَعْدَ الْمَوْتِ ؟ الْبَعْثُ ! فَالْمَوْتَى يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ . سَيَجِيءُ يَوْمٌ يَبْعَثُ اللَّهُ فِيهِ النَّاسَ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ، فَقَدْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنَّ ﴿ مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ﴾ .
Dan ia teringat apa yang terjadi antara dirinya dan kakeknya Nahur sampai ia wafat, dan apa yang terjadi antara dirinya dan saudaranya Haran sampai ia pergi kepada Allah, dan apa yang terjadi antara dirinya dan ibunya sampai ruhnya lepas di antara kedua tangannya. Nahur, Haran, dan Imtali telah mati. Kakeknya, saudaranya, dan ibunya telah mati, dan ia akan menyusul mereka ketika Allah mengizinkan dan istrinya, kemudian akan ada hari di mana ia sendiri pergi kepada Ar-Rofiq Al-A'la (Teman yang Maha Tinggi), semua orang merasakan kematian. Kematian? Dan apa setelah kematian? Kebangkitan! Maka orang-orang mati dibangkitkan oleh Allah dan kepada-Nya mereka dikembalikan. Akan datang hari di mana Allah membangkitkan manusia seluruhnya lalu Dia memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat, maka Allah telah mewahyukan kepadanya bahwa "Tidaklah menciptakan dan membangkitkan kamu itu melainkan hanyalah seperti satu jiwa".
لَقَدْ آمَنَ بِمَا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ ، آمَنَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَأَنَّهُ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ . وَأَنَّهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ، فَرَاحَ يُسَبِّحُ بِاسْمِ رَبِّهِ الْأَعْلَى ، الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى ، وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى ، وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى ، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى ، فَأَحَسَّ أَنَّ الْكَوْنَ كُلَّهُ يُسَبِّحُ مَعَهُ اللَّهَ وَيُقَدِّسُ لَهُ . وَاتَّسَعَتِ الرُّؤْيَةُ أَمَامَ بَصِيرَتِهِ ، وَاجْتَازَتْ رُوحُهُ حُدُودَ نَفْسِهِ فَإِذَا بِهَا تَتَّحِدُ فِي رُوحِ الْكَوْنِ وَتَتَّسِقُ مَعَ حَوْلَهَا ، وَتَرْهَفُ السَّمْعَ لِمَا يُلْقَى فِيهَا ، لِمَا يُوحَى إِلَيْهَا . فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى ، سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى ، وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى ، الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى ، ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى ، قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى ، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ، بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ، وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى .
Ia telah beriman kepada apa yang Allah wahyukan kepadanya, beriman bahwa Allah adalah yang menghidupkan dan mematikan dan bahwa Dia mampu untuk menghidupkan tulang belulang yang telah hancur. Dan bahwa jika Dia memutuskan suatu perkara, Dia hanya berkata kepadanya "Jadilah", maka ia pun terjadi, maka ia mulai bertasbih dengan nama Tuhannya Yang Maha Tinggi, yang menciptakan lalu menyempurnakan, dan yang menentukan ukuran lalu memberi petunjuk, dan yang mengeluarkan rerumputan, lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman, maka ia merasakan bahwa alam semesta seluruhnya bertasbih bersamanya kepada Allah dan menyucikan-Nya. Dan pandangan batinnya meluas, dan ruhnya menembus batas dirinya maka ia bersatu dalam ruh alam semesta dan selaras dengan sekitarnya, serta menajamkan pendengaran untuk apa yang disampaikan di dalamnya, untuk apa yang diwahyukan kepadanya. Maka berilah peringatan jika peringatan itu bermanfaat, orang yang takut akan mendapat pelajaran, dan orang yang celaka akan menjauhinya, yang akan memasuki api yang besar, kemudian ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup, sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan mengingat nama Tuhannya lalu ia salat, bahkan kamu mendahulukan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
وَامْتَلَأَتْ نَفْسُهُ بِالْأُنْسِ إِذْ يُنَاجِي رَبَّهُ وَيَتَلَقَّى مِنْهُ مَا يُوحَى إِلَيْهِ ، فَقَالَ :
Dan jiwanya dipenuhi dengan kedamaian saat ia bermunajat kepada Tuhannya dan menerima darinya apa yang diwahyukan kepadanya, maka ia berkata:
— رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَى .
— Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.
— أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ؟
— Tidakkah kamu beriman?
— بَلَى ، وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي .
— Ya, tetapi agar hatiku tenang.
— فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ، ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ، ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا .
— Ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah mereka kepadamu, kemudian buatlah di atas setiap bukit satu bagian, lalu panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.
وَأَخَذَ إِبْرَاهِيمُ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ ، وَانْطَلَقَ إِلَى جَبَلٍ مُغِيرٍ فَذَبَحَهَا وَقَطَّعَ كُلًّا مِنْهَا أَرْبَعَةَ أَجْزَاءٍ ، ثُمَّ جَعَلَ كُلَّ جَبَلٍ مِنَ الْجِبَالِ جُزْءًا وَعَادَ إِلَى الْوَادِي وَدَعَا الطَّيْرَ بِاسْمِ اللَّهِ ، فَإِذَا بِهَا تَأْتِي إِلَيْهِ سَعْيًا تَرْفُرِفُ بِأَجْنِحَتِهَا فِي الْهَوَاءِ . فَتَهَلَّلَ قَلْبُ إِبْرَاهِيمَ بِالْفَرَحِ ، لَمْ يَرَ كَيْفَ نَفَخَتِ الرُّوحُ فِي أَشْلَاءِ الطَّيْرِ ، وَلَكِنَّهُ رَأَى أَثَرَ الْقُدْرَةِ ، فَمَا كَانَتْ جِبَالُ مُغِيرٍ إِذَا تَجَلَّى لَهَا اللَّهُ لِتَسْتَقِرَّ فِي مَكَانِهَا . وَاطْمَأَنَّ قَلْبُ إِبْرَاهِيمَ وَزَادَهُ اللَّهُ إِيمَانًا عَلَى إِيمَانٍ ، فَانْطَلَقَ وَقَدْ أَشْرَقَ النُّورُ فِي رُوحِهِ يُذَكِّرُ النَّاسَ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى وَيَقُولُ لَهُمْ : قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى ، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ، وَأَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ . وَعَادَ إِلَى مَنْ آمَنُوا يُبَصِّرُهُمْ فِي أَمْرِ دِينِهِمْ ، وَيُلْقِهِمْ مَا أُوحِيَ إِلَيْهِ وَيَقُولُ لَهُمْ :
Ibrahim mengambil empat ekor burung, dan berangkat ke gunung Mughir lalu menyembelihnya dan memotong setiap darinya menjadi empat bagian, kemudian ia meletakkan setiap bagian di atas bukit, lalu ia kembali ke lembah dan memanggil burung-burung itu dengan nama Allah, tiba-tiba mereka datang kepadanya dengan segera mengepakkan sayapnya di udara. Hati Ibrahim berseri-seri karena bahagia, ia tidak melihat bagaimana ruh ditiupkan ke dalam tubuh burung-burung itu, namun ia melihat bekas kekuasaan-Nya, karena gunung-gunung Mughir tidak akan tetap berada di tempatnya jika Allah menampakkan diri kepadanya. Hati Ibrahim menjadi tenang dan Allah menambah imannya di atas iman, lalu ia berangkat sementara cahaya telah bersinar di dalam ruhnya mengingatkan manusia jika peringatan itu bermanfaat dan mengatakan kepada mereka: Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan mengingat nama Tuhannya lalu ia salat, dan bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ia kembali kepada orang-orang yang beriman untuk memberikan pemahaman kepada mereka mengenai perkara agama mereka, dan menyampaikan kepada mereka apa yang diwahyukan kepadanya dan berkata kepada mereka:
— عَلَى الْعَاقِلِ ، مَا لَمْ يَكُنْ مَغْلُوبًا عَلَى عَقْلِهِ ، أَنْ يَكُونَ لَهُ سَاعَاتٌ : سَاعَةٌ يُنَاجِي فِيهَا رَبَّهُ ، وَسَاعَةٌ يُفَكِّرُ فِيهَا فِي صَنْعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَسَاعَةٌ يُحَاسِبُ فِيهَا نَفْسَهُ فِيمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ ، وَسَاعَةٌ يَخْلُو فِيهَا لِحَاجَتِهِ مِنَ الْحَلَالِ فِي الْمَطْعَمِ وَالْمَشْرَبِ . وَعَلَى الْعَاقِلِ أَلَّا يَكُونَ ظَاعِنًا إِلَّا فِي ثَلَاثٍ : تَزَوُّدٍ لِمَعَادِهِ ، أَوْ فِرْقَةٍ لِمَعَاشِهِ ، أَوْ لَذَّةٍ فِي غَيْرِ مُحَرَّمٍ . وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَكُونَ بَصِيرًا بِزَمَانِهِ ، مُقْبِلًا عَلَى شَأْنِهِ ، حَافِظًا لِلِسَانِهِ . وَمَنْ حَسَبَ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ إِلَّا فِيمَا يَعْنِيهِ .
— Bagi orang yang berakal, selama ia tidak dikalahkan oleh akalnya, harus memiliki jam-jam tertentu: jam di mana ia bermunajat kepada Tuhannya, jam di mana ia memikirkan ciptaan Allah 'Azza wa Jalla, jam di mana ia menghisab dirinya sendiri atas apa yang telah ia kerjakan dan apa yang ia tunda, dan jam di mana ia menyendiri untuk kebutuhan halalnya dalam hal makanan dan minuman. Dan bagi orang yang berakal tidak boleh bepergian kecuali untuk tiga hal: membekali diri untuk hari akhiratnya, mencari penghidupan, atau untuk kenikmatan yang tidak haram. Dan bagi orang yang berakal haruslah tajam penglihatannya terhadap zamannya, fokus pada urusannya, dan menjaga lisannya. Dan barangsiapa yang menganggap ucapannya sebagai bagian dari amalnya, niscaya ia akan sedikit berbicara kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat baginya.
وَكَانَ يَذْهَبُ إِلَى الْمَعْبَدِ وَإِلَى الْأَسْوَاقِ يَدْعُو النَّاسَ إِلَى اللَّهِ ، كَانُوا مِنْ قَبْلُ يَقُولُونَ : لَوْ يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَقَدْ جَاءَتْهُمُ الْآيَةُ ظَاهِرَةً بَاهِرَةً ، وَلَكِنَّ الْكَهَنَةَ طَمَسُوا عُقُولَهُمْ وَأَوْهَمُوهُمْ أَنَّ مَا حَدَثَ إِنْ هُوَ إِلَّا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌ ، أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ ؟ وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ أَوَّاهًا حَلِيمًا تَنْهَمِرُ دُمُوعُهُ إِذَا ابْتَهَلَ إِلَى اللَّهِ ، وَلَكِنَّهُ مَا كَانَ يَدْعُو اللَّهَ قَطُّ أَنْ يَأْخُذَ قَوْمَهُ بِذُنُوبِهِمْ ، بَلْ كَانَ يَسْتَغْفِرُ لَهُمْ وَيَلْتَمِسُ لَهُمُ الْمَعَاذِيرَ . وَاتَّخَذَهُ قَوْمُهُ هُزُؤًا وَسَخِرُوا مِنْهُ ، وَلَمَّا ضَاقُوا بِهِ أَخَذُوا يَأْتَمِرُونَ بِهِ لِيَقْتُلُوهُ أَوْ لِيُخْرِجُوهُ مِنْ دِيَارِهِمْ . وَكَانَ الْكَهَنَةُ وَرِجَالُ الدِّينِ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لَهُ ، وَمَا كَانَتْ عَدَاوَتُهُمْ لَهُ غَيْرَةً عَلَى آلِهَتِهِمْ وَمَا نَالَهَا مِنْ تَحْقِيرٍ ، بَلْ كَانَتْ خَوْفًا عَلَى سُلْطَانِهِمْ وَأَنْ يَجِفَّ نَهْرُ الْخَيْرَاتِ الْمُتَدَفِّقِ إِلَى خَزَائِنِهِمْ وَمَخَازِنِهِمْ وَدُورِهِمْ وَضِيَاعِهِمْ .
Ia pergi ke kuil dan pasar-pasar mengajak manusia kepada Allah, mereka sebelumnya mengatakan: Jika saja ia mendatangkan tanda dari Tuhannya, padahal tanda itu telah datang kepada mereka secara nyata dan terang-terangan, akan tetapi para pendeta telah menutupi akal mereka dan membayangkan kepada mereka bahwa apa yang terjadi hanyalah sihir yang terus-menerus. Apakah kalian mendatangi sihir padahal kalian melihatnya? Dan Ibrahim adalah orang yang sering berdoa lagi lembut, air matanya bercucuran jika ia bermunajat kepada Allah, namun ia tidak pernah sekali pun berdoa kepada Allah agar menghukum kaumnya atas dosa-dosa mereka, bahkan ia memohonkan ampun untuk mereka dan mencari-cari alasan untuk mereka. Kaumnya menjadikannya bahan ejekan dan mengolok-oloknya, dan ketika mereka tidak lagi sanggup menahannya, mereka mulai berkomplot untuk membunuhnya atau mengusirnya dari negeri mereka. Para pendeta dan pemuka agama adalah orang yang paling memusuhinya, dan permusuhan mereka bukan karena cemburu terhadap tuhan-tuhan mereka dan penghinaan yang menimpa tuhan-tuhan itu, melainkan karena rasa takut terhadap kekuasaan mereka dan takut keringnya sungai kebaikan yang mengalir ke brankas, gudang, rumah, dan tanah mereka.
وَجَاءَهُ وَفْدٌ مِنْهُمْ وَقَالُوا لَهُ :
Dan datanglah delegasi dari mereka dan berkata kepadanya:
— اخْرُجْ مِنْ دِيَارِنَا .
— Keluarlah dari negeri kami.
فَقَالَ فِي ثَبَاتٍ :
Maka dia berkata dengan teguh:
— لَا أَفْعَلُ حَتَّى يَأْمُرَنِي رَبِّي .
— Aku tidak akan melakukannya sampai Tuhanku memerintahkanku.
فَقَالُوا فِي غَيْظٍ شَدِيدٍ :
Maka mereka berkata dengan kemarahan yang sangat:
— لَتَخْرُجَنَّ أَوْ لَنَقْتُلَنَّكَ .
— Kamu harus keluar atau kami akan membunuhmu.
— لَنْ أَخْرُجَ إِلَّا أَنْ يَأْمُرَنِي رَبِّي .
— Aku tidak akan keluar kecuali Tuhanku memerintahkanku.
وَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنْ اخْرُجْ مِنَ الْبَلْدَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا ، فَرَاحَ يَتَأَهَّبُ لِلْهِجْرَةِ وَيَجْمَعُ عَبِيدَهُ وَمَوَاشِيَهُ ، وَبَلَغَ آزَرَ أَنَّ إِبْرَاهِيمَ خَارِجٌ مِنْ أُورَ فَذَهَبَ إِلَيْهِ يَطْلُبُ مِنْهُ أَنْ يَحْمِلَهُ مَعَهُ ، فَلَمْ يَعُدْ يُطِيقُ الْوَحْدَةَ الَّتِي يَحْيَاهَا وَلَا عَدَاوَةَ قَوْمِهِ وَلَا نَظَرَاتِ الِاحْتِقَارِ وَالزِّرَايَةِ الَّتِي تُصَوَّبُ إِلَيْهِ كُلَّمَا سَلَكَ طَرِيقًا مِنْ طُرُقَاتِ أُورَ .
Dan Allah mewahyukan kepadanya untuk keluar dari kota yang penduduknya zalim, maka dia mulai bersiap-siap untuk berhijrah dan mengumpulkan budak-budak serta ternaknya, dan sampailah kabar kepada Azar bahwa Ibrahim akan keluar dari Ur, maka dia pergi menemuinya meminta agar dia membawanya bersamanya, karena dia tidak lagi sanggup menanggung kesendirian yang dia jalani, tidak pula permusuhan kaumnya, dan tidak pula tatapan penghinaan dan peremehan yang tertuju kepadanya setiap kali dia menempuh jalan dari jalan-jalan di Ur.
وَرَاحَ لُوطٌ يَتَأَهَّبُ لِلْخُرُوجِ مَعَ عَمِّهِ ، فَتَشَبَّثَتْ بِهِ أُمُّهُ وَتَوَسَّلَتْ إِلَيْهِ أَنْ يَبْقَى مَعَهَا بَعْدَ أَنْ ذَهَبَ أَبُوهُ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي لَا رَجْعَةَ مِنْهَا ، وَلَكِنَّهُ رَفَضَ طَلَبَهَا وَقَالَ فِي إِيمَانٍ عَمِيقٍ :
Luth pun bersiap-siap untuk keluar bersama pamannya, namun ibunya memeluknya erat dan memohon kepadanya untuk tetap bersamanya setelah ayahnya pergi ke tanah yang tiada kembali darinya, namun ia menolak permintaannya dan berkata dengan iman yang mendalam:
— إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّي وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ .
— Sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar