بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
J
umpa lagi nih, Sahabat BABA! Biar idup ente berkah dan kaga "buntung" pahalanye, yuk baca nih khutbah Abi hari ini di Masjid Jami' At-Taqwa, Pedongkelan, Cengkareng, 30 Mei 2026, bertepatan dengan 12 Dzulhijjah 1447 H.
Jamaah sekalian, dengerin nih! Hari-hari Tasyrik ini bukan cuma soal makan sisa daging kurban di kulkas, Tong! Kalo ente mikirnye cuma soal perut, berarti kaga ada bedanye ente ama kucing garong di gang senggol. Ini hari agung, hari di mana jiwa ente mestinye ngalamin "evolusi". Ibarat hp, jiwa ente butuh di-upgrade biar kaga lemot pas diajak taat. Di lembah Mina itu, ada proses 'pembuangan' ego nyang harusnye ente contoh biar kaga makin gede kepala!
"Evolusi Jiwa di Lembah Mina – Menuju Perjumpaan Hakiki"
MEMBEDAH AYAT TASYRIK,
EVOLUSI JIWA DI LEMBAH MINA
الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَيَّامَ الْمَعْدُوْدَاتِ مَوْسِـمًا لِذِكْرِهِ وَطَاعَتِهِ، وَفَضَّلَ الْأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ فِيْ أَيَّامِ تَشْرِيْقِهِ وَعِبَادَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah ﷻ, hari ini, tepat di hari Jum'at kelima di penghujung bulan Mei, atas izin dan takdir Allah ﷻ, kita dikumpulkan kembali di kampung tercinta kita, Pedongkelan, dalam suasana iman yang syahdu. Hari ini bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1447 Hijriah, Hari Tasyrik yang kedua. Di tanah suci sana, jutaan jamaah haji sedang berada di paruh akhir ujian mereka di padang Mina. Ada yang sedang bergegas menyelesaikan Nafar Awal sebelum matahari terbenam hari ini, dan ada pula yang memilih bertahan hingga esok hari dalam Nafar Tsani.
Sepanjang hidup kita, mungkin kita sering mendengar ceramah tentang ibadah haji secara umum. Namun pada siang hari yang berkah ini, di rumah Allah yang bersejarah ini, mari kita fokuskan mata batin, pikiran, dan rasa kita untuk membedah satu ayat saja di dalam Al-Qur'an. Satu ayat yang menjadi ruh dari hari Tasyrik dan wajib haji di Mina. Ayat yang menuntun evolusi jiwa kita dari titik bumi menuju tempat pengumpulan terakhir di hadapan Allah SWT, yaitu Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 203:
۞ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang bilangan tertentu (hari-hari Tasyrik). Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) dalam dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya, tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."
Jika kita bedah dengan mata pisau makrifat, ayat yang mulia ini memuat tiga tahapan besar evolusi perjalanan jiwa manusia:
PILAR 1: Amunisi Zikir Penanggal Topeng Kebinatangan
Ayat ini dibuka dengan perintah yang tegas: " وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ " - Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang bilangan tertentu. Yang dimaksud hari-hari tertentu di sini adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yaitu Hari Tasyrik yang sedang kita jalani hari ini.
Jamaah sekalian, Kenapa di hari Tasyrik kita disunnahkan memperbanyak takbir dan zikir? Di Mina, zikir dikumandangkan oleh para jamaah haji sembari tangan mereka bergerak melemparkan batu-batu kerikil ke tugu Jumrah. Batu amunisi yang mereka pungut dari bumi Muzdalifah itu dilemparkan untuk meruntuhkan berhala setan, menghancurkan ego, dan membunuh bisikan nafsu tercela.
Bagi kita yang berada di kampung halaman Pedongkelan ini, setelah kemarin kita memotong hewan qurban, Allah tidak ingin kita terjebak dalam nafsu pesta pora memakan dagingnya saja! Hari Tasyrik adalah waktu untuk membersihkan sisa-sisa topeng kebinatangan yang selama ini melekat erat di dalam kulit wajah kita!
Lewat gema zikir di hari Tasyrik ini, Allah memerintahkan kita: Hantam topeng singamu yang buas, yang tega menindas dan mencabik harga diri orang lain dengan taring jabatanmu! Hantam topeng tikusmu yang licik memakan hak sesama! Dan hantam topeng anjingmu yang tamak pada dunia serta gemar menggonggong membuka aib sesama muslim! Zikir di hari Tasyrik adalah amunisi ruhani untuk memastikan bahwa seluruh sifat hewan di dalam dada kita benar-benar telah mati disembelih bersama darah qurban kemarin! Jangan sampai hewannya udeh mati, tapi sifat hewannya masih hidup di dalam dada kita!
PILAR 2: Perlombaan Waktu Menuju Taubat Sebelum Terlambat
Bagian kedua ayat ini membahas tentang kelonggaran waktu bagi jamaah haji di Mina: " فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ " - Barangsiapa mempercepat meninggalkan Mina dalam dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya, tidak ada dosa pula baginya." Di ujungnya, Allah mengunci kelonggaran ini dengan kalimat yang sangat berat: "Limantattaqaa"—"yakni bagi orang yang bertakwa."
Ma'asyiral Muslimin, ini adalah gambaran evolusi manusia dalam memanfaatkan sisa umur sebelum datangnya kematian. Di dalam "Mina Kehidupan" ini, kita semua sedang berlomba dengan waktu. Manusia terbagi menjadi dua kelompok.
Ada manusia yang cekatan mengambil jalan Nafar Awal dalam taubatnya. Begitu dia sadar dirinya bergelimang dosa, dia tidak menunda waktu. Dia cepat-cepat berbenah, cepat-cepat melempar sifat buruknya, merobek topeng palsunya, dan segera berlari pulang menuju poros syariat Allah sebelum matahari ajalnya terbenam ke barat.
Namun, ada pula manusia yang memilih jalan Nafar Tsani. Dia memilih mengambil waktu lebih lama di dunia untuk terus menambah amunisi amalnya. Dia perpanjang ruku' dan sujudnya, dia basahi lisannya dengan istighfar, dan dia dermakan hartanya untuk anak-anak yatim karena dia sadar—ya Allah—bekal yang dia miliki masih teramat sedikit untuk menghadap-Mu.
Dua-duanya benar dan tidak berdosa di hadapan Allah, asalkan tujuannya satu: Limantattaqaa—seluruh sisa nafasnya didasari oleh rasa takut dan takwa kepada Allah SWT. Yang celaka dan binasa adalah manusia yang terus menunda-nunda taubat, merasa umurnya masih panjang, sampai waktu mabitnya di dunia habis secara mendadak tanpa membawa amunisi iman sedikit pun!
PILAR 3: Tahallul Hakiki dan Kepulangan Menuju Padang Mahsyar
Ayat 203 ini ditutup dengan sebuah kalimat yang menggetarkan arsy, sebuah hantaman godam yang menghancurkan seluruh kesombongan kita: " وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ " — "Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."
Jamaah Shalat Jum'at yang Dimuliakan Allah, setelah jamaah haji menyelesaikan lempar jumrah di hari-hari Tasyrik ini, mereka akan melakukan ritual penutup yang bernama Tahallul. Sebilah pisau mendekat ke kepala, dan sehelai demi sehelai rambut dicukur gugur ke bumi. Baju ihram dilepas, tugas manasik selesai, dan seluruh larangan ihram dicabut.
Bagi kita semua yang duduk bersimpuh di dalam Masjid Jami’ At-Taqwa Pedongkelan ini, mari kita bayangkan hari itu... Hari di mana pakaian ihram kita yang sesungguhnya udeh disiapin di lemari rumah kita. Wujudnya adalah kain kafan putih polos tak berjahit. Hari sisa Tasyrik kehidupan kita di dunia ini pasti akan berakhir.
Begitu malaikat maut datang menjemput, di situlah kita mengalami Tahallul Hakiki. Nafas kita berhenti di tenggorokan, lembaran ujian dunia kita dicukur habis, dan pena amalan kita ditutup. Selesai sudah tugas kita di dunia. Rambut yang gugur saat tahallul adalah simbol runtuhnya seluruh atribut kemewahan dunia kita yang telah mati. Kita pulang dengan tangan kosong!
Namun ingat kata ayat ini: " وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ " "Dan ketahuilah, bahwa kalian semua pasti akan digiring dan dikumpulkan kembali kepada-Nya!" Setelah tahallul kematian, urusan kita sama sekali belum selesai! Kita akan dibangkitkan dan digiring ke Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan setiap detik umur kita.
Di hari Jum'at yang mulia ini, mari kita perbarui ikrar totalitas tujuan hidup kita, sebagaimana Allah abadikan dalam Surah Al-An'am ayat 162:
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam'."
Semoga tetesan air mata keikhlasan kita hari ini menjadi saksi bahwa kita adalah hamba yang ingin bertaubat. Semoga Allah ﷻ menerima qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan sisa umur kita sebagai amunisi takwa yang mabrur sampai ajal menjemput kita untuk pulang dengan husnul khatimah.
بَارِكْ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَارًا بِرُبُوْبِيَّتِهِ وَإِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّـمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، سَادَاتِنَا أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اللهُمَّ أَنْتَ رَبُّنَا، يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ، فِيْ هٰذَا الْيَوْمِ الْمُبَارَكِ الْعَظِيْمِ، وَالْجُمُعَةِ الْخَامِسَةِ فِيْ شَهْرِ التَّشْرِيْقِ الْكَرِيْمِ، اِجْتَمَعْنَا فِيْ مَسْجِدِ التَّقْوَى بِـ"بِدُوْنْجْكِيْلَانْ" رَاجِيْنَ عَفْوَ الرَّبِّ الْحَلِيْمِ، فَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا وَذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَالْجَمَاعَةِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ نَقِّ صُدُوْرَنَا مِنْ أَخْلَاقِ الْبَهِيْمِيَّةِ وَقَبَائِحِ أَقْنِعَتِهَا، وَأَمِتْ فِيْ نُفُوْسِنَا صِفَاتِ الْكِبْرِ وَالْبُخْلِ مَعَ انْقِضَاءِ أَيَّامِهَا،
وَتَقَبَّلْ أُضْحِيَّتَنَا لِتَكُوْنَ سِلَاحًا لَنَا ضِدَّ الشَّيْطَانِ وَوَسَاوِسِهَا، وَاجْعَلْهَا ذَخِيْرَةً لِأَعْمَارِنَا فِيْ بَاقِيْ أَيَّامِهَا.
اللهُمَّ اِهْدِ خُطَوَاتِنَا لِنَسِيْرَ عَلَى مَنْهَجِ شَرِيْعَتِكَ يَا إِلٰهَنَا، وَإِذَا جَاءَ التَّحَلُّلُ الْحَقِيْقِيُّ بِالْأَجَلِ فَاقْبِضْنَا عَلَى حُسْنِ خَاتِمَتِنَا، وَاجْعَلْ عِبَادَتَنَا مَبْرُوْرَةً مَقْبُوْلَةً فِيْ صَحِيْفَتِنَا الْخَالِدَةِ لَدَيْنَا، وَاجْمَعْنَا غَدًا فِيْ الْمَحْشَرِ فِيْ زُمْرَةِ مَنْ أَدْخَلْتَهُمْ فِرْدَوْسَ جَنَّتِكَ الْأَعْلَى لَنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰه أَكْبَرُ.
Nah, gitu deh kurang lebih garis besar khutbah Jum'at Abi di Pedongkelan tadi, sahabat. Jangan cuma numpang lewat di kuping, tapi resapi bener-bener biar idup kite kaga sekadar 'numpang napas' doang. Mumpung masih dikasih umur, ayok kite rapihin lagi adab dan iman, biar pas ajal dateng, kite kagak kaget lagi.
"Aseli Betawi mah tetep tegak, ilmunya mantep, budayanya kaga bakalan retak! Buka kitab jangan asal sikat, Biar adab bikin ilmu makin berkat!"
Kalo ada yang mau didiskusiin atau mau nanya soal kitab-kitab turots, langsung aje sikat di kolom komentar bawah yak!
AHMAD THOUFUR (ABI THOUFUR) - GURU MAN 1 JAKARTA
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ ، وَبِاللهِ الْهِدَايَةُ وَالتَّوْفِيْقُ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar