BLOG ANAK BETAWI ASLI (BABA)

Jiwa Pendidik; Catatan Cinta dan Cerita Goresan Hidup Abi Thoufur

Ngaji Kasyifatus Saja : Jurus Jitu Ngadepin Najis 'Siluman' di Air Dikit Biar Thaharah Kaga Bablas! | Ustadz Betawi Nyablak

Thumbnail BABA Blog

بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abi Ahmad Thoufur

Abi Ahmad Thoufur (Ustadz Betawi Cengkareng)

🎤 Pembuka Nyablak Syar'i ala Ustadz BCA

Widiihh jumpa lagi nih Bang, Pok ama Abi... Ente udeh nyempetin nyaba di mari, Abi girang banget! Kalo ente ngerasa "nyasar" ke mari, tenang aje, ini nyasar nyang bawa barokah. Soalnye hari ini Abi mau bedah perkara "Air Sedikit" nyang kalo kecemplungan najis suka bikin panik, ama urusan "Najis Ma'fu" nyang sebenernye dimaafin tapi banyak nyang kaga paham. Pelototin baek-baek ye, jangan ampe ente was-was kaga keruan pas wudhu gara-gara kaga paham bedanya air suci ama air nyang udeh "kecemar" tipis-tipis!

📖 NASKAH KITAB & TARJAMAH Kasyifatus Saja
HALAMAN 91

الْقَلِيلُ حُكْمُهُ يَتَنَجَّسُ بِوُقُوْعِ النَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ يَقِيْـنًا فِيْهِ ، وَإِنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ ،

Artinya: Air sedikit hukumnya adalah menjadi najis dengan jatuhnya najis yang menajiskan secara yakin di dalamnya, meskipun (airnya) tidak berubah,

لِمَفْهُوْمِ قَوْلِهِ ﷺ : « إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ خَبَثًا » وَفِي رِوَايَةٍ : « نَجَسًا » [ الترمذي ، رقم : : ٦٧ ؛ أبو داود ، رقم : ٦٣ ، ٦٥ ؛ ابن ماجه ، رقم : ٥١٧ ؛ « مسند أحمد » ، رقم : ٤٥٩١ ، ۱۷۳۹ ، ۱۹۴۱ ، ۵۸۲۱ ؛ الدارمي ، رقم : ٧٣١] إِذْ مَفْهُوْمُهُ أَنَّ مَا دُوْنَهُمَا يَحْمِلُ الْخَبَثَ .

Artinya: karena pemahaman dari sabda Nabi ﷺ : "Apabila air mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran", dan dalam satu riwayat: "najis", [HR. Tirmidzi no. 67; Abu Dawud no. 63, 65; Ibnu Majah no. 517; Musnad Ahmad no. 4591, 1739, 1941, 5821; Ad-Darimi no. 731] karena pemahamannya adalah bahwa apa yang kurang dari keduanya (dua kullah) mengandung kotoran.

وَخَرَجَ بِالنَّجَاسَةِ الْمُنَجِّسَةِ النَّجَسُ الْمَعْفُوُّ عَنْهُ ، كَمَيْتَةٍ لَا دَمَ لَهَا سَائِلٌ ،

Artinya: Dan dikecualikan dari najis yang menajiskan adalah najis yang dimaafkan, seperti bangkai yang tidak memiliki darah yang mengalir,

وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، كَمَا إِذَا عَفَّ الذُّبَابُ عَلَى نَجِسٍ رَطْبٍ ثُمَّ وَقَعَ فِي مَاءٍ قَلِيْلٍ أَوْ مَائِعِ ، فَإِنَّهُ لَا يَنْجُسُ ، مَعَ أَنَّهُ عَلِقَ فِي رِجْلِهِ نَجاسَةٌ لَا يُدْرِكُهَا الطَّرْفُ ؛

Artinya: dan najis yang tidak bisa dilihat oleh pandangan mata yang normal sekira hal itu tidak terjadi karena perbuatannya, walaupun dari mughalladhah (najis berat), sebagaimana jika lalat hinggap di atas najis yang basah kemudian hinggap/jatuh ke dalam air yang sedikit atau benda cair, maka sesungguhnya air tersebut tidak menjadi najis, padahal ada najis yang menempel di kakinya yang tidak kasat mata;

وَمَا عَلَى مَنْفَذِ حَيَوَانٍ طَاهِرٍ غَيْرِ آدَمِيٍّ ، وَرَوْثُ سَمَكٍ لَمْ يُغَيِّرِ الْمَاءَ وَلَمْ يَضَعْهُ فِيْهِ عَبَثًا ،

Artinya: Dan apa yang ada pada lubang (keluar kotoran) hewan yang suci selain manusia, dan kotoran ikan selama tidak mengubah air dan tidak sengaja dimasukkan ke dalamnya sebagai gurauan,

وَمَا يَمَاسُّهُ الْعَسَلُ مِنَ الْكُوَارَةِ الَّتِي تُجْعَلُ مِنْ رَوْثِ نَحْوِ الْبَقَرِ وَجِرَّةِ الْبَعِيْرِ ،

Artinya: dan apa yang bersentuhan dengan madu dari tempat sarang lebah yang dibuat dari kotoran sejenis sapi dan kunyahan unta,

وَأُلْحِقَ بِهِ فَمُ مَا يَجْتَرُّ مِنْ وَلَدِ الْبَقَرِ وَالضَّأْنِ إِذَا الْتَقَمَ أَخْلَافَ أُمِّهِ ، وَفَمُّ صَبِيٍّ تَنَجَّسَ ثُمَّ غَابَ وَاحْتُمِلَ طَهَارَتُهُ كَفَمِ الْهِرَّةِ ، فَإِنَّهُ لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ الْقَلِيْلَ ،

Artinya: dan disamakan dengannya mulut hewan yang memamah biak dari anak sapi dan domba ketika menyusu pada puting induknya, dan mulut bocah kecil yang terkena najis kemudian dia pergi menghilang dan ada kemungkinan mulutnya sudah suci seperti halnya mulut kucing, maka sesungguhnya hal itu tidak menajiskan air yang sedikit,

وَذَرَقُ الطُّيُوْرِ فِي الْمَاءِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ طُيُورِهِ ، وَبَعْرُ فَأَرَةٍ عَمَّ الابْتِلَاءُ بِهِ ، وَبَعْرُ شَاةٍ وَقَعَ فِي اللَّبَنِ حَالَ الْحَلْبِ ،

Artinya: dan kotoran burung di dalam air meskipun bukan dari burung air, dan kotoran tikus yang sudah menjadi cobaan umum (sulit dihindari), dan kotoran kambing yang jatuh ke dalam susu saat diperas,

وَمَا يَبْقَى فِي نَحْوِ الْكَرِشِ مِمَّا يَشُقُّ تَنْقِيَتُهُ ، وَالْقَلِيلُ مِنْ دُخَانِ النَّجَاسَةِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ،

Artinya: dan apa yang tersisa di dalam sejenis jeroan yang sulit dibersihkan, dan sedikit dari asap najis meskipun dari (najis) mughalladhah, yaitu asap yang naik dari najis dengan perantara api,

وَالْيَسِيرُ مِنَ الشَّعْرِ الْمُنْفَصِلِ مِنْ غَيْرِ مَأْكُوْلٍ غَيْرِ مُغَلَّظٍ ، وَالْكَثِيْرُ مِنْهُ مِنْ مَرْكُوْبِ وَقِصَاصِ ،

Artinya: dan sedikit dari bulu yang terpisah dari hewan yang tidak boleh dimakan selain mughalladhah, dan banyak dari bulu hewan tunggangan dan hewan yang dicukur,

وَالدَّمُ الْبَاقِي عَلَى اللَّحْمِ وَالْعَظْمِ الَّذِي لَمْ يَخْتَلِطْ بِشَيْءٍ ، كَمَا لَوْ ذُبِحَتْ شَاةٌ وَقُطِعَ لَحْمُهَا وَبَقِيَ عَلَيْهِ أَثَرُ الدَّمِ ،

Artinya: dan darah yang tersisa pada daging dan tulang yang tidak bercampur dengan sesuatu, sebagaimana jika disembelih seekor kambing dan dipotong dagingnya lalu tersisa padanya bekas darah,

بِخِلَافِ مَا لَوْ اخْتَلَطَ بِغَيْرِهِ ، كَمَا يُفْعَلُ فِي الْبَقَرِ الَّتِي تُذْبَحُ فِي الْمَحَلِّ الْمُعَدِّ لِذَبْحِهَا الآنَ مِنْ صَبِّ الْمَاءِ عَلَيْهَا لِإِزَالَةِ الدَّمِ عَنْهَا فَإِنَّ الْبَاقِي مِنَ الدَّمِ عَلَى اللَّحْمِ بَعْدَ صَبِّ الْمَاءِ لَا يُعْفَىٰ عَنْهُ وَإِنْ قَلَّ ، لِاخْتِلَاطِهِ بِأَجْنَبِيٍّ ، فَلْيُتَنَبَّهْ لَهُ

Artinya: berbeda halnya jika bercampur dengan yang lain, sebagaimana yang dilakukan pada sapi yang disembelih di tempat penjagalan sekarang berupa penyiraman air padanya untuk menghilangkan darah darinya, maka sesungguhnya sisa darah pada daging setelah penyiraman air itu tidak dimaafkan meskipun sedikit, karena bercampur dengan benda asing, maka perhatikanlah hal itu.

وَالضَّابِطُ فِي جَمِيعِ ذَلِكَ أَنَّ الْعَفْوَ مَنُوْطٌ بِمَا يَشُقُّ الاحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا ،

Artinya: Dan kaidah umum dalam semua itu adalah bahwa pemaafan (ma'fu) itu tergantung pada apa yang umumnya sulit untuk dihindari,

وَالْمُعْتَمَدُ أَنَّهُ لَا يُعْفَى عَنْ دَمِ الْبَرَاغِيْثِ وَالْقَمْلِ وَنَحْوِهِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَائِعِ وَالْمَاءِ الْقَلِيْلِ وَإِنْ قَلَّ الدَّمُ ، دُونَ الْمَاءِ الْكَثِيرِ ،

Artinya: dan pendapat yang kuat (mu'tamad) adalah bahwa tidak dimaafkan darah kutu loncat (baraghits), kutu rambut, dan sejenisnya jika dibandingkan dengan benda cair dan air sedikit meskipun darahnya sedikit, bukan pada air yang banyak,

وَلَوْ قَتَلَ قَمْلًا أَوْ بَرَاغِيْثَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَإِنْ كَانَ الدَّمُ الْحَاصِلُ كَثِيرًا لَمْ يُعْفَ عَنْهُ ، أَوْ قَلِيْلًا عُفِيَ عَنْهُ عَلَى الْأَصَحِّ

Artinya: dan jika ia membunuh kutu rambut atau kutu loncat di antara jari-jarinya. Maka jika darah yang dihasilkan itu banyak, tidak dimaafkan, atau jika sedikit maka dimaafkan menurut pendapat yang paling shahih.

هَذَا ، وَخَرَجَ بِدُخَانِ النَّجَاسَةِ بُخَارُهَا ، وَهُوَ الْمُتَصَاعِدُ مِنْهَا لَا بِوَاسِطَةِ نَارٍ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ،

Artinya: Demikianlah, dan dikecualikan dari asap najis adalah uap najis, yaitu yang membumbung darinya bukan dengan perantara api, maka ia adalah suci.

وَمِنْهُ الرِّيْحُ الْخَارِجُ مِنَ الْكُتُفِ أَوْ مِنَ الدُّبُرِ ، فَهُوَ طَاهِرٌ ، فَلَوْ مَلأَ مِنْهُ قُرْبَةً وَحَمَلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ وَصَلَّى بِهَا صَحَّتْ صَلَاتُهُ

Artinya: Termasuk darinya adalah angin yang keluar dari lambung (sendawa) atau dari dubur (kentut), maka ia adalah suci. Maka seandainya seseorang mengisi kantong kulit dengan angin tersebut dan memikulnya di punggungnya lalu ia shalat, maka shalatnya sah.


📍 Mufrodat (Kata Penting) & Catatan Khusus Abi Thoufur
Famu (فَمُ) vs Fammun (فَمٌّ) Famu: Mulut secara umum (alat makan/ngomong).
Fammun: Lebih spesifik ke Lubang/Rongga Mulut (nyang rawan kemasukan najis).
Baroghits (بَرَاغِيْث) Kutu loncat. Dalam fiqih, darahnye "satu geng" ama Nyamuk (Ba'ud). Statusnye Ma'fu kalo dikit, karena darahnye kaga mengalir (Laa Dama Lahu Sailun).
Dukhān (دُخَان) vs Bukhār (بُخَار) Dukhān (Asap): Hasil api, najis tapi ma'fu kalo dikit.
Bukhār (Uap): Bukan dari api (kayak uap bau got), hukumnya Suci, Bi!
Al-Kuwārah (الْكُوَارَةِ) Tempat sarang lebah (glodokan). Biarpun dibuat pake campuran kotoran sapi/unta, madunye tetep Halal & Suci karena ma'fu.
Amma Al-Ibtila' (عَمَّ الابْتِلَاءُ) Kondisi darurat nyang susah banget dihindarin (kayak kotoran tikus di tempat lembab). Ini dimaafin biar ente kaga stres!
Al-Mughalladhah & Al-Khilth Mughalladhah: Najis berat (Anjing/Babi).
Al-Khilth: Campuran benda asing. Kalo darah sisa daging kena air, ma'fu-nye ilang karena udeh kaga murni!
💡 Catatan Abi buat Murid:

"Jangan salah fokus! Kutu rambut nyang ente pencet di jari itu darahnye dimaafin kalo dikit. Tapi kalo ente sengaja pencet kutu sekampung di jari terus darahnye belepotan, ya jangan dibawa shalat, cuci dulu tangan ente! Inget, urusan nyamuk ama kutu loncat mah emang satu geng dalam urusan darah ma'fu!"

📖 BUKA KITAB HALAMAN : 91

Preview Kitab Abi
Digital Archiver : Ahmad Thoufur (Abi Thoufur) Guru MAN 1 Jakarta
💬 SYARH NYABLAK
USTADZ BCA (BETAWI CENGKARENG ASLI)
- Klik buat buka penjelasan lengkap "Hukum Najis" dari Abi -
Dengerin nih Jemaah...

Kalo kemaren kite udeh belajar tentang ukuran air banyak yang kebal ama najis ama air sedikit yang baperan ama najis, maka sekarang pertanyaannye kapan air jadi najis...?

1. Kapan Air Jadi Najis?

Nah, ini nyang sering bikin orang bingung.

  • Air Sedikit: Biar kata airnya keliatan bening, baunya wangi, tapi kalau kejatuhan najis (biarpun cuma secuil tahi cecak), itu air otomatis jadi Mutanajis. Kagak boleh dipake wudhu, kagak boleh dipake mandi wajib. Titik. Kagak pake tapi-tapian!
  • Air Banyak: Kalau airnya banyak (Dua Kullah ke atas), dia lebih kuat. Kejatuhan najis secuil kagak langsung jadi najis, kecuali kalau warna, rasa, atau baunya berubah.
NAJIS MA'FU: NAJIS NYANG "DIMAKLUMIN" SAMA SYARA'

Allah SWT Tuhan alam ini Maha Baik, kagak mau bikin kite ribet. Ada beberapa najis nyang saking susahnya dihindarin, akhirnya dimaafkan alias Ma'fu. Apa aje?

  • ● Bangkai Kagak Berdarah: Kayak lalat nyang nyemplung ke kopi ente. Kagak usah panik, kopinya kagak jadi najis karena lalat kagak punya darah nyang ngalir.
  • ● Najis "Ghaib": Najis nyang kecilnya minta ampun ampe mata normal kagak bisa liat. Misal lalat abis nangkring di kotoran basah, terus hinggap di air sedikit. Itu dimaafin, Tong!

Nah, kalimat terkhir di atas itu nyambung ama hasil diskusi kite bareng pakar kitab kuning, Tong!. Kite bedah pelan-pelan:

📜 IBAROT KITAB & DISKUSI TAHQIQ:

وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ وَلَوْ مِنْ مُغَلَّظٍ

"...dan najis yang tidak kasat mata (tidak terdeteksi oleh pandangan mata normal), dengan catatan najis tersebut ada bukan karena hasil perbuatannya (tidak disengaja), meskipun najis itu berasal dari najis mughalladhah."

Bagian ini penting banget, Jemaah! Kite pretelin per kata biar pas artinye menurut diskusi kite bareng pakar-pakar kitab kuning:

  • 1. وَنَجَسٌ لَا يُدْرِكُهُ طَرْفٌ مُعْتَدِلٌ:
    Artinya najis nyang kagak bisa ditangkep (diliat) ama mata nyang normal. Maksudnye mata kite-kite begini, kagak picek, kagak juga tajem banget kayak mikroskop. Kalo udeh pake mata biasa kaga keliatan, ya udeh dimaafin (ma'fu).
  • 2. حَيْثُ لَمْ يَحْصُلْ بِفِعْلِهِ (Haitsu lam yahshul bi fi'lihi):
    Nah ini dia kuncinya, Jemaah! Ada dua pemahaman keren di sini:

    ● Pemahaman Pertama (Aspek Sengaja): Najis itu dimaafin selama kite kaga ada andil sengaja bikin itu najis nempel. Contoh: Kalo ada darah nyamuk setitik, kite diemin, itu ma'fu. Tapi kalo kite tangkep nyamuknya, kite pencet sengaja di baju, biarpun jadinya cuma setitik nyang kaga keliatan, itu jadi kaga ma'fu karena ada unsur "bi fi'lihi" (perbuatan sengaja kita).

    ● Pemahaman Kedua (Aspek Usaha): Sekiranya dia sudah berusaha melihat, namun tetap tidak berhasil melihatnye. Artinya, kite udeh usaha maksimal buat mastiin kesucian, eh tetep kaga keliatan juga. Ini nunjukin kalo syariat itu kaga dzolim ama hambanya!

Dua-duanya sinkron, Jemaah! Pemahaman pertama buat Kehati-hatian (Waro'), pemahaman kedua buat Kemudahan (Rukhsoh) saat terjadi kesulitan (masyaqqah). Kalo kite liat rujukan kelas berat kayak I'anatut Thalibin, Hasyiyah al-Bajuri, Al-Majmu', ampe Al-Umm, maka yang dimaksud kalimat tadi adalah selama kagak disengaja, ini nyang Abi dapetin, tapi semua intinya satu: Allah SWT kaga mau bikin kite was-was!

Takhrij Pendapat Abi:
Jadi jangan ente sengaja nyari penyakit atau sengaja ngotorin air pake najis halus. Tapi kalo udeh ente pelototin sampe juling kaga keliatan, ya udeh, jangan was-was lagi. Allah Maha Tau ente udeh usaha!

Lanjut nih Jemaah, masih soal najis nyang dimaafin. Syekh Nawawi nyontohin kasus mulut bocah nyang tadinya kena najis, terus dia ilang bentar dan balik lagi (kemungkinan udeh suci). Tapi perhatiin deh, di kitab itu ada beda "rasa" atau dzauq antara Famu ama Fammun:

3. Urusan Mulut: Famu (فَمُ) vs Fammun (فَمٌّ)
  • Famu (فَمُ): Ini nyebut mulut secara garis besar. Sebagai alat buat ente makan, ngomong, atau nyablak. Biasanya dipake kalo lagi nyambung ama kata lain (Mudhof), misalnye Famu ad-dahri (mulut zaman).
  • Fammun (فَمٌّ): Nah, ini lebih spesifik ke Rongga atau Lubang Mulut. Kenapa? Karena ada tasydid di huruf Mim-nye nyang ditahan di bibir. Jadi, kalo kitab bilang Fammun, itu lagi melototin area lubang nyang paling gampang kemasukan najis itu.

Gaya Orang Arab: Kalo ente ke Arab sekarang, mereka jarang bilang Fammun buat ngomong sehari-hari (Ammiyah). Biasanya mereka bilang "Hanak" atau "Tumm". Tapi kalo di kitab resmi, Famu buat fungsi umum, dan Fammun buat nekenin lubang mulutnye.

Nah, sekarang urusan "binatang kecil" nyang sering bikin kite kesel pas lagi shalat. Ini sering jadi pertanyaan pas pengajian, Jemaah!

4. Kelompok Baroghits (Kutu Loncat) & Nyamuk

Apa itu Baroghits? Itu jamak dari Burghuts, alias Kutu Loncat. Binatang kecil nyang kaga punya sayap tapi loncatannye lebih tinggi dari cicilan motor ente, dan kerjanya ngisap darah.

Nyamuk (Ba'ud) Masuk Kelompok Mana?
Biarpun nyamuk bisa terbang dan kutu cuma bisa loncat, dalam Hukum Fiqih soal darah, mereka ini SATU GENG! Kenapa? Karena dua-duanye termasuk binatang nyang darahnye kagak ngalir (Laa Dama Lahu Sailun).

Hukumnye: Darah kutu loncat atau darah nyamuk itu statusnye Ma'fu (dimaafin) kalo kena baju atau air sedikit, ASAL jumlahnye dikit dan kaga ente penyet sengaja ampe belepotan. Kalo ente sengaja nangkep nyamuk nyang lagi kenyang terus ente "geprek" di sajadah, ya itu mah kaga ma'fu, Jemaah!

Nah, sekarang kite naek ke level nyang lebih detil lagi. Pernah kaga ente kepikiran soal asap? Misalnye ada orang bakar sampah, eh di dalemnye ada kotoran hewannye. Itu asapnye najis kaga kalo kena baju kite?

5. Asap Najis vs Uap (Dukhan vs Bukhar)

Kite musti bisa bedain mana asap nyang keluar dari api, mana uap nyang keluar bukan dari api. Nih bedanye:

  • Asap Najis (Dukhan): Ini asap nyang keluar gara-gara ada benda najis nyang dibakar (misal: ente bakar kotoran sapi buat ngusir nyamuk). Hukum asapnye itu Najis, Jemaah! Tapi tenang, Allah kasih keringanan, kalo cuma dikit mah hukumnye Ma'fu.
    Contoh nyata: Ente lewat di depan bakaran sampah nyang ada kotorannye, terus asepnye kena baju. Selama kaga ampe bikin baju ente bau teler atau berubah warna, itu dimaafin.
  • Uap (Bukhar): Ini mah bukan asap api, tapi uap nyang keluar dari barang najis (kayak bau got atau uap dari septic tank). Nah, ini hukumnye Suci!
💨 Fenomena Kentut: Suci Tapi Batal!

Ini nih nyang sering bikin orang nanya sambil nyengir. Kentut itu kan uap nyang keluar dari "jalur sutra" najis, tapi hukum aslinye Suci. Jadi, kalo ada orang iseng masukin kentut ke dalem kantong plastik terus dia bawa shalat, secara hukum Shalatnya Sah! Kenapa? Karena kentut itu uap (bukhar), bukan najis benda. Tapi ya jangan dipraktekin juga, ente bisa digebukin jamaah laen gara-gara bawa gas beracun ke masjid! Wkwkwk.

Terus gimana urusan binatang nyang hidup di air kayak ikan? Kan mereka juga buang hajat di dalem air tuh?

6. Kotoran Ikan & Burung

Kalo ente punya akuarium atau piara burung di deket sumur, pasti sering nemu kotorannya nyemplung ke air. Hukumnye begini Bi:

  • ● Kotoran Ikan: Di dalem air, kotoran ikan itu dimaafin (Ma'fu) selama jumlahnye kaga berlebihan ampe bikin airnye jadi butek atau bau bangke. Kenapa? Karena susah banget buat ngehindarin kotoran ikan di dalem air.
  • ● Kotoran Burung: Sama juga! Kalo kotoran burung jatuhnya kaga sengaja ke air (misal burung lagi terbang terus "ngebom" sumur ente), itu dimaafin selama airnye kaga berubah sifatnye.

Nah, sekarang kite naek ke level nyang lebih detil lagi. Pernah kaga ente kepikiran soal asap? Misalnye ada orang bakar sampah, eh di dalemnye ada kotoran hewannye. Itu asapnye najis kaga kalo kena baju kite?

5. Asap Najis vs Uap (Dukhan vs Bukhar)

Kite musti bisa bedain mana asap nyang keluar dari api, mana uap nyang keluar bukan dari api. Nih bedanye:

  • Asap Najis (Dukhan): Ini asap nyang keluar gara-gara ada benda najis nyang dibakar (misal: ente bakar kotoran sapi buat ngusir nyamuk). Hukum asapnye itu Najis, Jemaah! Tapi tenang, Allah kasih keringanan, kalo cuma dikit mah hukumnye Ma'fu. Selama kaga ampe bikin baju ente bau teler atau berubah warna, itu dimaafin.
  • Uap (Bukhar): Ini mah bukan asap api, tapi uap nyang keluar dari barang najis (kayak bau got atau uap dari septic tank). Nah, ini hukumnye Suci! Makanye, kentut itu suci biarpun baunye bikin orang pingsan, wkwkwk.
6. Kotoran Ikan & Burung (Batas Perubahan Air)

Ada nyang nanya: "Bi, kan bangke ikan halal, emang kotorannye najis?". Jawabannye: Tetep Najis, Tong! Tapi dimaafin (Ma'fu) karena Masyaqqah (susah ngehindarinnye). Begitu juga ama burung, apalagi burung air kayak Burung Mandar atau Blekok.

Tapi inget! Kalo airnye ampe Berubah Sifat gara-gara tahi burung atau tahi ikan itu, airnye jadi Mutanajis. Perubahan nyang kaga boleh itu ada 3:

  • 1. WARNA: Air sumur nyang bening jadi berubah butek atau kehijauan gara-gara tahi burung.
  • 2. RASA: Pas dicek, rasa airnye kaga tawar lagi, udeh ada rasa "asin-asin tahi burung".
  • 3. BAU: Baunye udeh kaga seger lagi, tapi bau pesing atau bau kotoran burung nyang nusuk idung.

*Catatan: Selama airnye kaga berubah salah satu dari 3 sifat di atas, maka air itu tetep suci dan menyucikan biarpun ada kotoran ikan/burung dikit. Allah SWT Maha Baik!

🚨 KASUS NYATA: KOLAM MASJID ASY SYIFA

Nah, ini ada pertanyaan bagus dari jamaah: "Bi, kalo kolam di Masjid Asy Syifa ukurannye gede (5 kullah), terus Mas Adit miara ikan di situ. Airnye nyang tadinya bening jadi butek kaga keliatan dasarnye, terus baunye anyir ikan biarpun kaga bikin muntah, itu gimane hukumnye?"

Dengerin ye, Jemaah! Biar kata airnye udeh 5 kullah (jagoan nih air), tetep punya batas sabar. Hukumnye begini:

  • 1. Kalo Butek & Anyir gara-gara Tahi Ikan: Kalo perubahan warnenye udeh bikin air kaga bening lagi DAN baunye udeh berubah jadi anyir (bau khas benda najis), maka air kolam itu statusnye jadi MUTANAJIS. Kagak boleh dipake wudhu! Biarpun anyirnye dikit, nyang namenye berubah sifat gara-gara najis di air banyak, ya hukumnye tetep najis.
  • 2. Kalo Butek gara-gara Lumut: Lain ceritanye kalo buteknye cuma karena lumut atau karena emang air lama kaga dikuras (bukan karena tahi). Itu hukumnye tetep Suci Menyucikan, cuma ya kaga enak aje dipakenye.

Saran Abi buat Mas Adit:
"Mas Adit, mending ente kuras tuh kolam! Jangan ampe jamaah niatnye mau suci malah kena najis gara-gara tahi ikan ente. Kebersihan itu sebagian dari Iman, kalo kolam masjid anyir mah Iman kite juga ikut anyir, wkwkwk!"

Puas ye urusan kolam Asy Syifa? Sekarang kite geser dikit ke urusan perut, yaitu darah nyang nempel di daging pas kite beli di pasar atau pejagalan...

7. Darah Sisa di Daging & Tulang

Nah, ini nih nyang sering bikin ibu-ibu atau santri nyang lagi piket masak jadi ragu. Pas kite beli daging di pasar atau pejagalan, pasti masih ada darah nyang nempel di urat-uratnye atau di dalem tulangnye. Hukumnye gimane?

  • Darah nyang Nempel di Daging: Darah nyang tersisa di urat-urat daging abis disembelih itu hukumnye MA'FU (dimaafin). Biarpun ente cuci kaga bersih-bersih amat, terus ente rebus ampe airnye jadi agak butek kemerahan, itu tetep suci. Allah tau susah banget bersihin darah ampe ke akar-akarnye.
  • Darah di Dalem Tulang: Sama juga, Jemaah! Darah nyang ada di sumsum tulang itu dimaafin. Jadi kalo ente masak sop buntut atau sop iga, kaga usah was-was darahnye bikin najis air sopnye. Sikat aje, nyang penting niatnye lillaah!
⚠️ BATASAN DARAH NYANG MA'FU

Tapi inget, ada syaratnye biar darah itu dimaafin. Syekh Nawawi ama ulama kite wanti-wanti:

  • 1. Bukan Darah Nyucur: Darah nyang dimaafin itu cuma darah sisa nyang nempel. Kalo darah nyang nyucur pas disembelih (Damman Masfuhan) ente tampung terus ente campurin ke masakan, ya itu mah HARAM & NAJIS total!
  • 2. Kagak Sengaja Dicampur: Darah sisa itu dimaafin selama dia nempel alami di daging. Jangan ente sengaja tambahin darah biar kuahnye makin kentel, itu mah udeh "bi fi'lihi" (hasil perbuatan sengaja), kaga jadi ma'fu lagi!

Jadi, buat ente nyang hobi masak atau makan di warung, kaga usah repot-repot bawa mikroskop ke pejagalan. Syariat Islam itu *simple*, nyang penting ente udeh usaha bersihin sebisanye!

🚨 BAHAYA LATEN: MARUS (Darah nyang Nyamar Jadi Lauk!)

Nah, ini penting banget Jemaah! Jangan sampe ente ketuker antara darah nyang dimaafin ama darah nyang sengaja dibikin jadi makanan. Di pasar atau warung, sering ada barang namanya MARUS (Saren/Dideh). Ini hukumnya HARAM & NAJIS TOTAL!

Kenapa Abi bilang haram? Nih dengerin alasannye:

  • 1. Darah Nyucur (Damman Masfuhan): Marus itu dibikin dari darah nyang nyucur pas hewan disembelih, terus ditampung dan dikukus. Di Al-Qur'an (QS. Al-An'am: 145) udeh jelas dilarang makan darah nyang mengalir. Jadi kaga ada tawar-menawar lagi, Jemaah!
  • 2. Kagak Ada "Ma'fu" buat Marus: Kalo darah sisa di urat daging dimaafin karena susah ilangnye, nah kalo Marus ini kan Sengaja ente tampung, ente bumbuin, terus ente makan. Itu udeh masuk kategori "Bi Fi'lihi" (perbuatan sengaja), kaga bakal dapet diskon hukum!
  • 3. Bedain ama Hati & Limpa: Rasulullah bilang hati ama limpa itu halal biarpun bentuknye kayak darah beku. Kenapa? Karena itu emang organ tubuh (daging), bukan darah nyucur nyang dibekuin paksa.

Pesan Abi: "Kalo di warung liat potongan item kayak ati tapi teksturnye kenyal-kenyal licin, mending tanya dulu. Kalo itu Marus, kabur dah! Jangan kasih makan perut ente pake barang najis, ntar doa ente kaga ditembusin ke langit gara-gara urusan perut!"

Urusan perut udeh kelar, sekarang kite lanjut ke bahasan nyang lebih "lembut" tapi sering bikin was-was, yaitu soal bulu hewan nyang nempel di baju pas kite lagi shalat...

Lanjut ye? Masih ada urusan Tanah Jalanan nyang nyiprat pas ujan ama urusan Kotoran Lalat di baju. Kite sikat bagian selanjutnye?

8. Cipratan Tanah Jalanan (Thinu as-Syawari')

Musim ujan begini, pasti sering baju kite kecipratan air got atau tanah becek pas lagi jalan ke masjid. Hukumnye gimane, Bi?

Ulama kite udeh ngasih rukhsoh (keringanan): Tanah jalanan nyang statusnye "diragukan" (apakah ada najisnye atau kaga), hukumnye adalah MA'FU. Kenapa? Karena susah banget buat ngehindarinnye (Liumuumi al-balwa).

  • Kalo kecipratannye dikit dan kaga keliatan bentuk najisnye, ente boleh langsung shalat.
  • Kecuali kalo ente liat dengan mata kepala sendiri ada kotoran ayam di situ terus ente sengaja injek ampe nyiprat, nah itu mah kaga dimaafin, Tong!
9. Kotoran Lalat & Bekas Nyamuk

Lalat itu hobi nangkring di tempat nyang "begitu dah", terus dia nangkring di baju kite atau di sajadah. Syekh Nawawi jelasin, kotoran lalat nyang setitik-setitik itu hukumnye MA'FU. Begitu juga bekas darah nyamuk nyang udeh kering di tembok atau di kain, selama kaga banyak-banyak amat, sikat aje buat ibadah!

Nah, abis ini kite bakal bahas sesuatu nyang sering disalahpahami orang soal "binatang piaraan ente". Perhatiin baek-baek Jemaah, jangan sampe salah kaprah!

10. Bulu Hewan nyang Copot (Sya'rul Haiwan)

Nah, ini nih nyang sering bikin was-was jemaah nyang piara kucing atau kambing. Pas lagi shalat, eh liat ada selembar-dua lembar bulu nempel di sajadah atau baju. Hukumnye gimane?

Kaidah aslinye di Kitab Minhajut Thalibin: "Bagian nyang terpisah dari hewan nyang masih hidup, maka hukumnye kayak bangkenye." Artinya, kalo hewan itu bangkenye najis, maka bulunye nyang copot pas dia masih idup juga Najis.

Tapi tenang, ada Ma'fu-nye:
  • Bulu Kucing/Kambing/Ayam: Kalo jumlahnye cuma satu-dua lembar (dikit) dan kaga sengaja ente tempelin, itu hukumnye MA'FU buat dipake shalat.
  • Bulu Anjing/Babi: Nah, ini kaga ada diskon, Jemaah! Biarpun cuma selembar, tetep najis Mughalladhah nyang kudu dicuci 7 kali pake tanah. Jangan maen-maen ama bulu "guk-guk"!
11. Bangke Kagak Berdarah (Laa Dama Lahu Sailun)

Pernah kaga pas ente mau wudhu di bak, eh ada bangke lalat, semut, atau kecoa nyemplung? Jangan buru-buru dibuang airnye, dengerin dulu hukumnye!

Binatang nyang kalo dibelah perutnye kaga ada darah nyang nyucur (mengalir), bangkenye itu TIDAK MENAJISKAN AIR selama airnye kaga berubah sifat (rasa, warna, bau).

  • ● Contoh Hewannye: Lalat, nyamuk, semut, lebah, kutu rambut, ampe kecoa (kecuali kecoa nyang abis makan najis basah, itu beda lagi ceritanye).
  • ● Syaratnye: Bangke itu nyemplungnye Kagak Sengaja (bukan ente nyang cemplungin) DAN hewannye kaga pecah/ancur di dalem air ampe ngerubah warna airnye.

*Inget kata Rasulullah SAW: "Kalo ada lalat nyemplung ke minuman ente, tenggelemin sekalian terus buang lalatnye, karena di salah satu sayapnye ada penyakit dan sayap laennye ada obatnya." (HR. Bukhari).

Makin dalem makin asik kan? Abis ini kite bakal bahas urusan Kutu Rambut nyang dipencet di kuku pas shalat ama urusan Susu Hewan nyang Kagak Halal Dimakan.

12. Tragedi Kutu Rambut di Jempol (Pencet pas Shalat)

Ini kejadian nyang sering dialamin santri atau bocah-bocah. Lagi khusyuk shalat, eh ada kutu gatel di kepala, ditangkep terus dipenyet pake kuku jempol. Darahnye nyiprat dikit di kuku. Hukumnye gimane, Bi?

Inget kaidah "Bi Fi'lihi" (gara-gara perbuatan sengaja) nyang kite bahas di awal tadi, Jemaah. Darah kutu emang dimaafin (ma'fu), **TAPI** kalo ente sengaja nyari tuh kutu terus ente penyet ampe darahnye belepotan di tangan pas lagi shalat, maka itu KAGA MA'FU!

Saran Abi: Kalo gatel banget, tangkep aje kutunye terus kantongin atau buang pelan-pelan (jangan dibanting ye, kasian hehe). Jangan dipenyet di tangan pas lagi shalat, ntar shalat ente malah jadi mutanajis gara-gara darah nyang sengaja ente keluarin itu!
13. Susu Hewan nyang Kagak Halal Dimakan

Pernah kepikir kaga, gimana hukumnye susu kucing atau susu keledai? Apakah statusnye suci kayak susu sapi?

Kaidahnye begini, Jemaah: Susu hewan nyang dagingnye Haram Dimakan (kayak kucing, macan, atau keledai negeri), maka status susunye adalah NAJIS. Kecuali satu hewan nyang dagingnye kaga boleh dimakan tapi susunye tetep suci, yaitu: MANUSIA!

  • ● Susu Kucing/Anjing: Kalo kena baju, wajib dicuci karena itu najis.
  • ● ASI (Air Susu Ibu): Hukumnye Suci Menyucikan. Biarpun Manusia dagingnye haram dimakan (ya iyalah, masa makan orang! wkwkwk), tapi Allah muliakan manusia, makanye susunye tetep suci.

Nah, satu lagi Jemaah sebelum kite tutup. Ada barang nyang keluar dari badan kite tapi sering bikin bingung: Muntah. Apakah muntah itu satu geng ama kencing?

14. Hukum Muntah (Al-Qoi')
Muntah itu hukumnye NAJIS, biarpun nyang dimuntahin itu makanan enak nyang harganye mahal. Kenapa? Karena udeh berubah di dalem perut (lambung). Kalo kena baju pas ente mabok kendaraan, wajib dicuci sebelum dipake shalat ye!

Gimana Jemaah? Udeh mulai puyeng apa makin melek? Sabar, tinggal dikit lagi kite sampe di bagian penutup nyang paling asik!

KESIMPULAN NYABLAK ABI

Jemaah, syariat Islam itu bukan mau bikin kite ribet atau was-was. Aturan soal Najis Ma'fu ini bukti kalo Allah SWT itu Maha Adil. Nyang penting buat kite:

1. Usaha Maksimal (Ikhtiar): Jaga kebersihan sebisa mungkin.
2. Jangan Sengaja (Ghoiru Bi Fi'lihi): Jangan nantangin najis atau sengaja ngotorin diri.
3. Tawakkal: Kalo udeh usaha tapi tetep kaga keliatan ama mata, ya udeh dimaafin!

Billaah, Lillaah, Fillaah!

(Dengan Allah, Karena Allah, Di Jalan Allah)

Sekian Syarh Nyablak hari ini. Moga manfaat, moga ibadah kite makin mantep kaga pake was-was lagi. Kalo ada nyang kurang paham, tulis di kolom komentar atau samperin Abi di MAN 1 Jakarta Barat sambil bawa kopi ye! wkwkwk.

Wassalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh...
~ Abi Thoufur (The Nyablak Teacher) ~

BONUS EXCLUSIVE

🎁 KADO ILMU SPESIAL DARI ABI

Eits, jangan bubar dulu! Sebelum ente tutup nih artikel, Abi kasih "Kado Ilmu" tambahan nyang sering banget ditanyain tapi orang sering salah jawab. Simak dalilnye biar ente kaga planga-plongo pas ditanya orang!

1. Darah Nyamuk: Ngalir Ape Kagak? (Laa Dama Lahu Sailun)

وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ سَائِلَةٌ كَالذُّبَابِ وَالْبَعُوضِ فَإِنَّهُ لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ إِذَا مَاتَ فِيهِ

"Hewan yang tidak memiliki darah mengalir seperti lalat dan nyamuk, tidak menajiskan air jika mati di dalamnya." (Kitab Al-Muhadzdzab).

Syarh Abi: Nyamuk itu masuk kategori binatang nyang kagak punya darah mengalir. Kalo ente potong sayapnye pas perut kosong, kaga bakal ada darah muncrat. Nyang merah pas digeprek itu sebenernye "Darah Titipan" alias darah orang nyang baru dia sedot. Hukumnye: Ma'fu (Dimaafin) asal jangan sengaja ente kumpulin terus olesin ke sajadah!

2. Tai Cicek (Si Ranjau Shalat)

تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ

"Bersihkanlah diri kalian dari kencing (dan kotoran), karena secara umum azab kubur berasal darinya." (HR. Daruquthni).

Syarh Abi: Nah, kalo ini NAJIS, Bi. Titik. Kagak pake Ma'fu. Biarpun bangke cicak kaga najisin air, tapi kotorannya tetep najis. Kalo kena air dikit, airnye jadi Mutanajis. Kalo kena baju pas shalat, wajib dibuang dan dicuci. Tahi cicak itu biarpun secuil, tetep "ranjau" buat keabsahan shalat ente!

3. Nyambung Rambut & Bulu Mata (Al-Washlu)

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

"Allah melaknat orang yang menyambung rambut (termasuk wig/bulu mata) dan orang yang minta disambungkan rambutnya." (HR. Bukhari & Muslim).

Syarh Abi: Ini nyang lagi tren di Gen-Z (extension). Hukum asalnya Haram & Dilaknat, apalagi buat nipu. Kalo pake rambut manusia: Haram & Najis. Kalo pake bulu hewan najis: Mutlak Najis. Kalo sintetis: Ada khilaf, tapi kudu ati-ati soal wudhu. Kalo air kaga nyampe pangkal bulu mata gara-gara lemnye, wudhu ente kaga sah, Mpok!

4. Bulu "Guk-Guk" (Anjing)

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

"Sucinya wadah jika dijilat anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, yang pertamanya dengan tanah." (HR. Muslim).

Syarh Abi: Kaga ada diskon! Biarpun cuma selembar halus, statusnye Najis Mughalladhah. Di mazhab Syafi'i, kaga ada toleransi (ma'fu) buat najis anjing di dalem shalat. Kalo nempel di sarung, wassalam... ente kudu batalin shalat, cuci pake tanah 7 kali, baru shalat lagi!

"Dalil udeh jelas, teks Arab udeh jembreng. Jangan ampe ibadah ente rontok cuma gara-gara urusan najis nyang ente remehin!"

~ Abi Thoufur (The Nyablak Teacher) ~

🌟 NASEHAT ABI BUAT SAHABAT BABA 🌟

"Idup di dunia emang kagak ada nyang steril 100%, Tong! Pasti ada aje 'noda-noda' kehidupan nyang nempel. Tapi tenang, Allah Maha Baik, ada diskon hukum buat hal-hal nyang emang susah kite hindarin asal kite kaga sengaja nyari perkara!"

💎 AQIDAH: Allah Kagak Pernah Mau Bikin Ribet!
Kalo ente ngerasa idup ente banyak kurangnye, inget konsep Ma'fu. Allah itu Ghafurur Rahim. Kalo kite udeh usaha jujur tapi masih ada salah nyang kaga ketauan, Allah maafin. Agama itu solusi, bukan beban nyang bikin ente pusing tujuh keliling!
🌟 IBADAH: Shalat Khusyuk Tanpa Was-Was!
Lagi shalat di kelas terus ada nyamuk iseng nempel di tangan? Jangan digeprek ampe muncrat darahnye di baju sekolah, Tong! Kalo cuma setitik bekas digigit mah dimaafin. Nyang penting hati kite fokus ke Allah, jangan malah fokus nyari-nyari noda mikroskopis nyang bikin ibadah jadi was-was!
🌍 MU'AMALAH: Bedain 'Toxic' ama 'Ujian'!
Kalo lewat lingkungan nyang agak 'bau' atau denger omongan miring nyang numpang lewat kayak asep, biarin aje, itu Ma'fu. Tapi kalo ente sengaja nongkrong di tempat maksiat ampe baunye nempel ke baju ama hati, itu mah bukan Ma'fu lagi, tapi cari penyakit! Pinter-pinter milih tongkrongan ya!
— THE NYABLAK TEACHER • ASY'ARIYAH • SYAFI'IYAH —
Abi Sayang Ente Semua Karena Allah

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ﴿البقرة: ١٨٥﴾

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."

USTADZ BETAWI NYABLAK '71

BUTIRAN HIKMAH

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ﴿رواه البخاري﴾

"Sesungguhnya agama itu mudah."

— Inspirasi Abi Ahmad Thoufur —

Makan kerak telor bareng si Alyssa,
Minumnye es cendol, seger di tenggorokan.
Darah nyamuk setitik jangan bikin putus asa,
Itu najis ma'fu nyang udeh dimaafkan.

USTADZ BETAWI NYABLAK • 1971

Abi Ahmad Thoufur
ABI THOUFUR

"Sedekah kaga bikin ente jadi pengamen, malah bikin idup ente makin paten!"

🌻 Infaq Dakwah & Dukungan Syiar
💡 Kode Unik Nominal:
000 : Hadiah / Tanda Cinta buat Abi
111 : Infaq Masjid Jami' (via MJ Al-Ikhwan - Cipadu / MJ. At-Taqwa - Cengkareng)
222 : Infaq Anak Yatim (Nambahin biaya sekolah + jajan anak yatim kafalah Abi)
Contoh: Rp 100.222 (Infaq Anak Yatim di bawah kafalah Abi)
BSI 742970688
a/n Ahmad Thoufur
BRI 033801013773504
a/n Ahmad Thoufur
DANA 081289803080
a/n Ahmad Thoufur
GOPAY 081289803080
a/n Ahmad Thoufur

"Billaah, Lillaah, Fillaah"

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

SEMBOYAN USTADZ BETAWI NYABLAK

"Aseli Betawi mah tetep tegak, ilmunya mantep, budayanya kaga bakalan retak!
Kalo faham najis ma'fu kaga bakalan rugi, hati tenang nilai ibadah jadi tinggi!"

#BetawiCengkarengAsli #ClassicGontor91 #GuruMan1Jakarta #UstadzBCA #UstadzBetawi71 #UstadzBetawiNyablak #NyablakEstetik #CoretanAbiThoufur #KasyifatusSaja #Fikih Air #NajisMa'fu
« Artikel Baru BABA Artikel Lama » BABA

Silakan Kasih Masukan & Sapa BABA di Sini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📸 Momen Berkesan

Kenangan At Puncak

"Keluarga Besar HaMaSah Betawi Cengkareng - Kenangan At Rumah Kayu Kenanga"

📜OFFICIAL WIDGET USTADZ BETAWI NYABLAK

Mengharap Ridho Allah...

BUTIRAN HIKMAH

Merajut Asa...

ANGKATAN CLASSIC GONTOR '91
WA
Abi
YT
Abi
IG
Abi
FB
Abi