Ummi 1970
Senin, 02 Rajab 1447 H / 22 Desember 2025 M
SELAMAT HARI IBU, UMMI...
SELAMAT MENIKMATI JAMUAN ALLAH DALAM PENANTIAN PANJANG UMMI...
Hari ini, hati ini kembali membuncah teringat sosok mulia seorang wanita mulia yang telah tiada... Jemari yang lama tak menari di atas keyboard pun mulai memanggil sang tangan agar menggerakkannya... Akhirnya, tercurahlah ingatan dalam tentang dirinya... Kurangkum dalam beberapa untaian kata... Berbalut desahan napas dan untaian air mata... Kupersembahkan tulisan ini teruntuk beliau, Ummi tercinta...
Rumah Sakit Dharmais, 24 Oktober 2012, pukul 05.00 WIB ... Alhamdulillah ... itulah kata pertamaku setelah hembusan nafas terakhir Ummi terdengar di telingaku ... إنا لله وإنا إليه راجعون ...
Good Luck Ummi … May Allah Bless You and Us Forever … !!
Akhirnya selesai sudah perjalanan panjang Ummi mengarungi suka dan duka di dunia fana ini ... !! Akhirnya selesai sudah 2 bulan kau berjuang mengatasi ganasnya kanker yang menyerang tubuhmu … !!
Ummi 2007
2 bulan bukan waktu yang sebentar … tapi … oh tidak … kami salah, sebab memang kami tidak mengalaminya, namun engkau yang mengalaminya … bukan 2 bulan ternyata Ummi …
2 bulan itu ketika engkau menyatakan bahwa sepertinya ada sesuatu di tubuhmu yang membuat dirimu sakit dan harus meninggalkan 5 hari ibadah puasa wajibmu di penghujung Ramadhan tahun ini …
Ummi 2010
2 bulan itu kemarin ketika 1 Syawwal sore hari kami papah Ummi memasuki mobil menuju rumah sakit karena melihat Ummi sudah beberapa hari selalu muntah-muntah walau hanya makan sesendok nasi …
2 bulan itu ternyata awal kami mendapati hasil scan tubuhmu yang divonis dokter menderita kanker, dan ternyata usia penyakit itu sudah minimal 4 tahun menyerang tubuh Ummi …
Sebenarnya 46 bulan lebih sudah “SESUATU YANG BUKAN KAYAKNYA, TAPI MEMANG ADA” menyerang Ummi namun tidak pernah Ummi beritahukan kepada kami … tidak pernah Ummi keluhkan … bahkan Ummi sengaja tampakkan saja pun tidak …
Betapa mulia dirimu, Ummi...
"Maafkan kebodohan kami, anak-anakmu, Ummi … Maafkan kebodohan kami yang tidak pernah berusaha “memaksa” Ummi untuk merubah kata “Ummi sehat” dengan keyakinan kami “Ummi pasti sakit” … Maafkan kami yang tidak pernah merasakan rasa sakit luar biasa yang Ummi sembunyikan hanya untuk menghilangkan kekhawatiran dan kecemasan kami..."
Maafkan kami, anak-anakmu … maafin ipuh, omah, aan, farhiyyah, babay, fikrie, ikhwan dan ijal … Maafkan juga ayah … suami Ummi tercinta yang tidak pernah bisa mencintai Ummi lewat perkataan … tapi hanya bisa mencintai Ummi dengan perbuatan dan sikap diam beliau …
Ummi... engkau adalah istri yang sholihah ... tidak pernah menyusahkan Ayah ... malah mungkin Ayah yang sebaliknya ... maafin Ayah ya Ummi ... Ayah ridho sama Ummi ...
Siapapun wanita yang mengerjakan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, taat terhadap suami dan wafat dalam keadaan diridhai suami, maka dikatakan kepadanya, masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau suka.
"WE WILL ALWAYS MISS YOU ... WE WILL ALWAYS REMEMBER YOU ..."
Akhir kebersamaan kita sekeluarga sebelum ke Villa Fika
وَالْعَفْوَ مِنْكُمْ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم ْوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
BECENG DIGITAL ABI THOUFUR
khumaira fitri ramadhani F2.1
BalasHapus