RENUNGAN 26 TAHUN MEMBINA RUMAH TANGGA
Hari yang tidak akan terlupakan buatku.
Menyatunya At-Thoilah: Ahmad Thoufur & Ela Nurlaela
Tanpa terasa... 26 tahun sudah aku menaungi bahtera kehidupan dengan biduk rumah tangga kecilku. Alhamdulillah, Allah Maha Menyaksikan, hampir tidak ada karang yang menghalangi biduk kami.
Kini, sebagai nakhoda, aku merasa semakin nyaman. Lautan yang kuarungi semakin tenang, apalagi didampingi seorang kapten setia, Ela Nurlaela. Istriku tercinta, yang masih sama seperti 30 tahun lalu saat pertama kukenal.
"Aku sayang kamu, My Love... Aku semakin cinta kamu, Ayang..."
Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-26 isteri kesayanganku. Aku hanya mampu memberikan keridhoan dan doa... doa agar kamu menjadi pendamping duniaku, dan permaisuri akhiratku.
Terima kasih atas kesetiaan, pengertian, dan kesabaranmu. Mari kita arungi terus bahtera ini. Kita jaga lantainya agar tidak bocor, kita bentangkan layarnya agar tegak, dan kita siapkan jangkar untuk tempat berlabuh nanti.
Tanpa terasa... 26 tahun sudah aku menaungi bahtera kehidupan dengan biduk rumah tangga kecilku. Alhamdulillah, Allah Maha Menyaksikan, hampir tidak ada karang yang menghalangi biduk kami. Waktu berjalan begitu cepat, seolah baru kemarin akad itu diikrarkan di hadapan para saksi dengan degupan jantung yang luar biasa kencang.
Kalau ditarik garis ke belakang, kisah cinta kami ini punya rute perjalanan geografis dan linimasa waktu yang unik serta penuh kenangan manis. Jodoh emang kaga ke mana, Tong! Abi asalnya dari Cengkareng, anak Betawi asli pinggiran Jakarta, sementara permaisuri tercinta, Ela Nurlaela, berasal dari Ciledug. Takdir Allah mempertemukan kami pertama kali di daerah Ciputat pada tahun 1992. Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh subur hingga kami saling menyukai pada tahun 1995, sebelum akhirnya takdir merestui kami menyatu dalam ikatan suci pernikahan di kawasan Cipadu pada 15 Agustus 1997. Sah sudah kalau kisah kami disebut sebagai Cinta Cengkareng dan Ciledug yang diawali di Ciputat (1992), mulai bersemi di tahun 1995, dan resmi menyatu di Cipadu pada tahun 1997!
Kini, sebagai nakhoda, aku merasa semakin nyaman. Lautan luas yang kuarungi semakin tenang, apalagi didampingi seorang kapten setia, Ela Nurlaela. Istriku tercinta, yang di mata hatiku masih sama persis seperti puluhan tahun lalu saat pertama kukenal. Mengarungi bahtera rumah tangga selama lebih dari seperempat abad bukanlah waktu yang singkat. Ada tawa, air mata, kesabaran tanpa batas, serta doa-doa senyap yang dipanjatkan di sepertiga malam demi menjaga keutuhan mahligai ini.
"Aku sayang kamu, My Love... Aku semakin cinta kamu, Ayang..."
Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-26 isteri kesayanganku. Aku mungkin bukan lelaki sempurna yang bergelimang harta dunia, dan aku hanya mampu memberikan keridhoan yang tulus serta doa yang tak pernah putus... doa agar kamu senantiasa menjadi pendamping duniaku, dan kelak menjadi permaisuri akhiratku di jannah-Nya.
Terima kasih yang tak terhingga atas kesetiaan, pengertian, dan kesabaranmu menghadapi segala kekurangan dan dinamika hidupku. Mari kita arungi terus bahtera ini bersama-sama. Kita jaga lantainya agar tidak pernah bocor oleh riak masalah dunia, kita bentangkan layarnya agar selalu tegak menghadapi terjangan angin, dan kita siapkan jangkar keimanan yang kokoh untuk tempat berlabuh terakhir kita nanti menghadap Illahi Rabbi.
Dalam perjalanan panjang ini, mahligai kami bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah ikatan suci yang kami namakan AT-THOILAH (الطائلة)—wujud penyatuan antara Ahmad Thoufur & Ela Nurlaela. Buah dari cinta dan kesabaran tersebut kini hadir melengkapi kebahagiaan kami melalui permata hati tercinta yang dirangkum dalam akronim keluarga: HaSnaNif: Hafiy (Abang), Sahna (Kakak), Hanif (Dede).
Perjalanan membina rumah tangga ala tradisi keluarga kami selalu berpegang pada prinsip ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah dengan berlandaskan Aqidah Asy'ariyah dan Fiqh Syafi'iyah. Rumah tangga yang berkah bukanlah rumah tangga yang bebas dari masalah, melainkan rumah tangga di mana setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, adab yang santun, serta rasa saling menghormati antara suami dan istri.
Sebagai seorang pendidik di MAN 1 Jakarta, aku selalu merenungkan betapa pentingnya pondasi keluarga dalam membangun peradaban umat. Didikan yang baik berawal dari rumah yang tenteram (baiti jannati). Ketika seorang suami menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan seorang istri berbakti dengan tulus, maka kedamaian akan terpancar nyata dalam keseharian anak-anak.
Mari kita jadikan momentum 26 tahun ini sebagai titik tolak untuk terus memperbaiki diri di sisa usia yang Allah berikan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufiq, hidayah, dan keberkahan dalam setiap langkah keluarga kecil kami, serta kepada siapa saja yang membaca catatan penuh syukur ini.
AT-THOILAH (الطائلة): Ahmad Thoufur & Ela Nurlaela.

ABI

UMMI

ABANG HAFIY

KAKAK SAHNA

DEDE HANIF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar